Konflik Lahan Warga Vs Bank Tanah di Poso Meluas, Gubernur Anwar Hafid Turun Tangan
“Tanah bekas HGU yang tidak diolah dan tidak dikuasai masyarakat seharusnya dikelola negara. Tetapi jika di lapangan tanah itu sudah digarap puluhan tahun, ada kebun, rumah, kandang, dan menjadi ruang hidup masyarakat secara turun-temurun, maka itu harus dihormati," ujarnya.
Anwar mencontohkan praktik pengakuan padang penggembalaan dan lahan kolektif masyarakat adat di wilayah lain di Sulawesi Tengah yang selama ini dilindungi negara.
Menurutnya, prinsip-prinsip hukum agraria tidak boleh mengabaikan fakta penguasaan dan pemanfaatan tanah oleh rakyat dalam jangka panjang.
Gubernur Anwar mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersatu dan memperjuangkan haknya secara tertib dan bermartabat.
Dia pun meminta warga tidak melakukan tindakan anarkistis atau perusakan, sembari memastikan bahwa pemerintah daerah bersama aparat keamanan akan menjaga situasi tetap kondusif.
Sementara itu, Ketua Harian Satuan Tugas Penyelesaian Konflik Agraria (Satgas PKA) Sulteng Eva Susanti Bande menegaskan bahwa kehadiran gubernur bersama Satgas PKA, merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam mencegah eskalasi konflik dan melindungi hak-hak petani.
Satgas PKA meminta agar seluruh aktivitas pematokan dan tindakan intimidasi di lapangan dihentikan sementara, hingga proses pendataan subjek dan objek lahan diselesaikan secara menyeluruh dan adil.
Eva menyebut Satgas PKA akan terus mengawal pendampingan hukum dan administrasi agar hak-hak masyarakat Lore Bersaudara dapat dipulihkan sepenuhnya sesuai prinsip keadilan agraria.(fat/jpnn.com)
Gubernur Sulteng Anwar Hafid turun tangan terkait konflik lahan antara warga di Posi dengan Bank Tanah. Begini temuannya di lapangan.
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
- Sengketa Lahan TNI AL dan Masyarakat Pasuruan, Kemendagri Bicara Data
- Konflik Agraria Berujung Penembakan di Inhu, Ketua LSM Jadi Tersangka
- Warga Desa Sukaresmi Mengadukan Pengosongan Lahan Eks PTPN VIII ke DPR
- Kriminolog Soroti Kebangkitan Terorisme Poso Seusai 8 Terduga Ditangkap
- Konflik Lahan Transad di Nagekeo, OCI Dorong Penyelesaian Humanis
- Terima Barang Rampasan Negara, Gubernur Anwar Hafid Berterima Kasih kepada KPK
JPNN.com




