Konflik Timur Tengah Ganggu Rute Penerbangan, Bagaimana Nasib WNI yang Hendak Mudik?
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwaghandy merespons kekhawatiran publik mengenai jadwal penerbangan maskapai menyusul konflik di Timur Tengah.
Sebab, para WNI maupun Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang hendak pulang maupun pergi ke luar negeri menjelang Idulfitri berpotensi terganggu.
Dudy menjelaskan bahwa maskapai penerbangan memiliki prosedur standar untuk menangani situasi darurat, termasuk jika terjadi pembatalan akibat perang.
“Itu kan nanti biasanya dari airlines akan memberikan jalan apabila memang terjadi pembatalan penerbangan. Itu biasanya dilakukan pengalihan melalui airlines atau mereka diberikan fasilitas penginapan di lokasi,” ujar Dudy di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/3).
Menhub mengungkapkan pembatalan rute penerbangan saat ini hanya difokuskan pada wilayah yang bersinggungan langsung dengan zona konflik.
Hal tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan operasional penerbangan luar negeri.
Sebaliknya, Dudy memastikan operasional penerbangan di wilayah domestik Indonesia tidak mengalami kendala.
Aktivitas transportasi udara di dalam negeri tetap berjalan normal sesuai dengan jadwal yang ada.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwaghandy merespons kekhawatiran publik mengenai jadwal penerbangan menyusul konflik Timur Tengah.
- Dampak Konflik Iran dan Israel-AS Terhadap Dinamika Keamanan Indonesia
- Menlu: Indonesia Hubungi AS dan Iran, Siap Jadi Mediator Konflik Timur Tengah
- Airlangga Peringatkan Harga BBM Bisa Naik Imbas Konflik di Timur Tengah
- Soroti Dampak Perang Israel-Iran, Ibas Dorong Penguatan Energi dan Ekonomi Nasional
- Ribuan Jemaah Umrah Terjebak di Arab Saudi, Legislator Singgung Koordinasi Pemulangan
- Inggris Sudah Siap Mengevakuasi 96 Ribu Warganya dari Timur Tengah
JPNN.com




