Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Ketum Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan
Dia menegaskan bahwa proyek bernilai ratusan miliar rupiah harus dilaksanakan secara terbuka, akuntabel, dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta.
“Jika benar ada skenario untuk mengarahkan proyek kepada perusahaan tertentu, maka ini merupakan bentuk penyimpangan serius yang harus diusut. Dana negara tidak boleh dikelola dengan praktik yang mencederai prinsip persaingan sehat,” tegasnya.
Logis 08 mendesak manajemen BTN dan Danantara Indonesia untuk memberikan penjelasan terbuka mengenai alasan pembatalan tender awal, proses pengadaan ulang, serta dasar penetapan pemenang proyek.
Selain itu, Logis 08 meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung Republik Indonesia, dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk memantau dan menelusuri kemungkinan adanya praktik persekongkolan dalam tender tersebut.
“Proyek pembangunan Gedung Kanwil BTN Sulampua harus menjadi contoh tata kelola yang bersih, bukan justru memunculkan dugaan kongkalikong. Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai ada penjelasan yang transparan kepada publik,” tutup Anshar Ilo.(fri/jpnn)
Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo menuding proses tender pembangunan Kantor Wilayah Sulawesi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Redaktur & Reporter : Friederich Batari
- Mengawal Meritokrasi BUMN: Job Bidding Jangan Menjadi Alat Menghukum Pengalaman
- Jasa Marga Fokus Ciptakan Nilai Berkelanjutan, Selaras Arah Transformasi Danantara
- Sepanjang Januari-Juni 2026, Pupuk Indonesia Bukukan Laba Rp8,51 Triliun
- S&P Soroti DSI, Pengamat Nilai Transformasi RI Dinilai Positif oleh Investor
- Pegadaian Raih Penghargaan Top Company in Bullion Bank Industry 2026
- Danantara-PNM Perluas Pelayanan di Wilayah 3T hingga 516 Jaringan
JPNN.com




