Konon, Dentuman di Jabar dan Banten Berkaitan Erupsi Gunung Anak Krakatau
jpnn.com - Kepala Badan Geologi Lana Saria menyebut suara dentuman misterius di Jawa Barat (Jabar) hingga Banten pada Sabtu (5/9) ini berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda saat hari yang sama.
Hal demikian seperti disampaikan Lana dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube akun Badan Geologi, Sabtu ini.
Dia menyampaikan erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 23.07 WIB sampai Sabtu pagi ini.
Lana mengatakan seri erupsi Anak Krakatau bertipe strombolian menghasilkan lontaran batu pijar dan abu vulkanik pada 04.40 WIB.
Dia menuturkan sesi erupsi tipe strombolian disertai gemuruh kencang yang terdengar dari Pos Pantau Gunung Anak Krakatau.
”Suara dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, dan Lampung diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan,” kata Lana.
Dia mengatakan erupsi Anak Krakatau yang konsisten dari Jumat malam dan Sabtu pagi masih relatif kecil dan tak berpotensi tsunami.
”Tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami, meskipun demikian, perkembangan aktivitas dan perubahan morfologinya tetap dipantau secara intensif,” ujaranya.
Kepala Badan Geologi Lana Saria menyebut suara dentuman misterius di Jabar pada Sabtu (5/9/2026) ini berkaitan dengan erupsi Anak Krakatau.
- Telkom Akses Dorong Penguatan dan Penataan Infrastruktur Digital di Wilayah Banten
- Hari Ini Jasad Kru Kapal Pembawa Jurnalis Hilang Kontak Dibawa ke Banten
- 1 Juta Warga Jabar Terdampak Kekeringan, Bogor Paling Parah
- 5,4 Juta Pekerja Informal di Jabar Bakal Dapat Asuransi Ketenagakerjaan dari KDM
- Badan Geologi: Status Gunung Anak Krakatau Turun Menjadi Waspada
- Kabawa Hente
JPNN.com




