Konon Gatut Sunu Juga Peras Sekolah, Keterlaluan
jpnn.com, JAKARTA - Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo diduga juga memeras pihak sekolah ataupun kecamatan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik masih mendalami dugaan itu.
"Ada dugaan tindak pemerasan yang dilakukan oleh bupati kepada pihak-pihak di sekolah dan kecamatan. Artinya, ada label harganya untuk jabatan-jabatan kepala sekolah ataupun camat. Ini yang terus kami dalami dan telusuri," kata Budi kepada jurnalis, Rabu.
Dia mengatakan KPK sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat terkait hal tersebut.
"Kami sangat butuh dukungan dari masyarakat dalam proses penyidikan perkara ini," ucap Budi.
Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Tulungagung, Jawa Timur, pada 10 April 2026.
KPK menangkap 18 orang dalam OTT tersebut, termasuk Gatut Sunu Wibowo dan adik kandungnya sekaligus anggota DPRD Tulungagung Jatmiko Dwijo Saputro.
Sehari setelahnya atau 11 April 2026, KPK membawa Gatut Sunu Wibowo dan adiknya beserta 11 orang lainnya ke Jakarta untuk diperiksa secara intensif.
Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo diduga juga memeras pihak sekolah ataupun kecamatan.
- KPK Tolak Laporan Amplop Menhut Raja Juli karena Lagi Mengusut Kasus Suap Suhardiman Amby
- Jubir KPK Sebut Laporan soal Amplop Menhut Sudah Case Closed
- Ini Temuan KPK saat Menggeledah Rumah Tersangka dan Kadis PUPR Sukoharjo
- Demi Integritas Penegakan Hukum, KPK Harus Tangani Kasus Febrie
- KPK Periksa Anggota BPK Bobby Rizaldi dan Empat ASN Kasus Audit Muara Enim
- PUI Apresiasi Langkah Prabowo Memberantas Korupsi hingga ke Akarnya
JPNN.com




