Kontainer Keramik Tujuan Afrika Dibongkar di Surabaya, Ada 3,4 Ton Merkuri Tersembunyi, Waduh

Kontainer Keramik Tujuan Afrika Dibongkar di Surabaya, Ada 3,4 Ton Merkuri Tersembunyi, Waduh
Bea Cukai dan Polri gagalkan ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp 17,5 miliar ke Afrika. Foto: Ardini Pramitha/JPNN

Agus menyebut, berdasarkan dokumen pengiriman, barang ilegal tersebut rencananya dikirim ke Burkina Faso.

"Negara tersebut diketahui memiliki aktivitas pertambangan emas, yang diduga menjadi salah satu tujuan penggunaan merkuri tersebut," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I Rusman Hadi mengatakan pengungkapan ini menjadi bukti pentingnya pengawasan terhadap arus barang ekspor, terutama komoditas yang memiliki risiko terhadap lingkungan dan kesehatan.

“Sinergi antara Bea Cukai dan Polri terus dilakukan untuk mencegah masuk maupun keluarnya barang yang melanggar ketentuan,” kata Rusman.

Merkuri termasuk bahan berbahaya yang peredarannya mendapat pengawasan ketat karena dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan apabila tidak dikelola dengan benar.

Saat ini, eksportir dan pihak yang berkaitan dengan pengiriman tersebut masih dalam proses penyidikan.

"Mereka diduga melanggar aturan kepabeanan serta ketentuan mengenai pengendalian merkuri," ujarnya.

Atas perkara tersebut, eksportir beserta pihak-pihak terkait diduga melanggar Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006, serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pengesahan Minamata Convention on Mercury. Kasus ini kini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut.(mcr23/jpnn)

Petugas Bea Cukai dan Polri menggagalkan pengiriman ilegal 3,4 ton merkuri ke Afrika. Barang berbahaya itu disamarkan dalam kontainer berisi keramik


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Ardini Pramitha

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News