KontraS Kecewa Polisi Melimpahkan Kasus Penyiraman Air Keras ke Puspom TNI

KontraS Kecewa Polisi Melimpahkan Kasus Penyiraman Air Keras ke Puspom TNI
Aktivis menyalakan lilin dalam aksi solidaritas doa bersama untuk Andrie Yunus di depan Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (17/3/2026). Aksi tersebut dalam rangka memberikan dukungan kepada Andrie Yunus yang tengah menjalani perawatan usai mengalami teror penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada Kamis (12/3) malam. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/foc.

"Kami khawatirkan ada celah manipulasi penegakan hukumnya," ujarnya.

Diketahui, Andrie Yunus menjadi korban aksi penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di Jakarta, pada Kamis (12/3) malam.

Belakangan, Puspom TNI menetapkan empat prajurit dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) sebagai terduga pelaku penyiraman. 

Keempat terduga pelaku ialah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES yang berasal dari satuan TNI AL serta AU.

Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyebut pengusutan kasus penyiraman Andrie dilimpahkan ke Puspom TNI.

"Saat ini dapat kami laporkan kepada pimpinan bahwa permasalahan tersebut, eh, sudah kami limpahkan ke Puspom TNI," kata dia dalam rapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa ini. (ast/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya merasa ragu kasus penyiraman Andrie bisa selesai di TNI.


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Aristo Setiawan

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News