Kontroversi Tes Bahasa Syarat Jadi WN Australia

Kontroversi Tes Bahasa Syarat Jadi WN Australia
Kontroversi Tes Bahasa Syarat Jadi WN Australia

Komponen bahasa Inggris dari tes kewarganegaraan yang diberlakukan oleh Pemerintah Australia telah dibandingkan dengan kebijakan ’Australia Putih’.

Juru bicara bidang kewarganegaraan dari Partai Buruh, Tony Burke, mendesak adanya pemikiran kembali terhadap klausul yang harus dipenuhi imigran dari kebanyakan negara -kecuali dari sejumlah negara seperti Inggris dan AS -untuk lulus tes bahasa Inggris yang diakui secara internasional.
"Kami belum pernah mengalami kebijakan standar ganda semacam itu dalam undang-undang kewarganegaraan sejak era kebijakan ‘Australia Putih’, dan Partai Buruh tentu tidak mau mendukung perubahan semacam itu," katanya.
Di bawah proposal aslinya, para imigran -selain dari mereka yang memegang paspor sah Inggris, Republik Irlandia, Kanada, AS atau Selandia Baru -disyaratkan untuk lulus tes bahasa Inggris yang mencakup kemampuan membaca, menulis, mendengar dan berbicara di tingkat universitas.

Namun pemerintah gagal mendapatkan dukungan dari Partai Buruh atau anggota Parlemen lainnya non-Koalisi, dan kini kebijakan itu telah direvisi, dengan mengurangi tingkat kemampuan bahasa Inggris imigran dari "kompeten" menjadi "sederhana".

Meski demikian, orang-orang dari sejumlah negara tersebut masih dibebaskan dari ujian Bahasa Inggris ini.
"Dalam peraturan imigrasi, ada kalanya ketika visa individu dinegosiasikan dengan sebuah negara dan terdapat peraturan khusus untuk satu negara, visa backpacker sering mengadopsi mekanisme seperti itu. Tapi kami belum pernah melakukannya untuk undang-undang kewarganegaraan. Hukum kewarganegaraan itu berbeda," tegas Tony Burke.

"Untuk mengatakan bahwa standar tersebut akan berbeda tergantung pada negara asal Anda, Australia bukanlah jenis negara yang bersikap seperti itu.”

Ketika dimintai pendapat apakah tes bahasa Inggris itu rasis, Tony Burke mengatakan: "Saya akan membiarkan orang lain mengartikan sendiri penggunaan kata-kata itu yang sebenarnya, tapi saya pikir ketika saya membandingkannya dengan unsur-unsur kebijakan ‘Australia Putih’, kesimpulannya cukup jelas. "
Sementara itu Menteri Imigrasi Australia, Peter Dutton menepis komentar tersebut dan menyebutnya "berlebihan ".
"[Komentar itu] benar-benar menunjukkan bahwa Tony Burke dan [Pemimpin Oposisi] Bill Shorten telah bertindak bukan atas kepentingan nasional, tapi karena kepentingan politik mereka sendiri, dan untuk itu mereka harus dikecam," katanya.
Menteri Imigrasi Peter Dutton mengatakan, menurunkan tingkat yang diharapkan dari mereka yang mengikuti tes bahasa Inggris itu sangat masuk akal.

"Ini memungkinkan peserta tes membuat banyak kesalahan baik dalam kata-kata tertulis maupun kata yang diucapkan," kata Peter Dutton.
"Saya pikir Anda akan sangat terkejut bahwa [tes Bahasa Inggris] ini bukan ditetapkan [setara dengan kemampuan bahasa Inggris] di tingkat universitas, aturan ini tidak mencoba untuk mengecualikan orang, ketentuan ini berlaku secara universal - ini tentang memastikan kami membolehkan orang-orang menjadi warga negara Australia dengan mempercayai nilai-nilai yang sama, dengan mematuhi undang-undang di negara kami."

Kontroversi Tes Bahasa Syarat Jadi WN Australia
Pemerintah Federal Australia menurunkan tingkat syarat kemahiran berbahasa untuk menjadi warga negara Australia dari tingkat 'setara universitas' menjadi 'menengah'.


Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News