JPNN.com

Korban Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Bengkulu Bertambah Jadi 17 Orang

Senin, 29 April 2019 – 23:53 WIB Korban Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Bengkulu Bertambah Jadi 17 Orang - JPNN.com

jpnn.com, BENGKULU - Korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Bengkulu bertambah dari 12 menjadi 17 orang. Tak hanya korban jiwa, kerugian materil akibat bencana ini mencapai sekitar Rp 138 miliar.

BPBD Provinsi Bengkulu juga melansir, jumlah pengungsi mencapai 12 ribu orang dari 13 ribu warga yang terkena dampak bencana tersebar di kabupaten dan kota. Selain itu, dari sisi sosial masyarakat ada ternak yang menjadi korban mencapai 211 ekor terdiri dari 106 sapi, kerbau 4 ekor dan kambing 101 ekor mati.

“Dua orang luka berat, 2 orang luka ringan dan 7 orang masih dalam pencarian,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu Rusdi Bakar seperti dilansir Rakyat Bengkulu hari ini.

Gubernur Bengkulu Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, MMA dalam keterangan persnya mengatakan bencana hampir tersebar di seluruh kabupaten/kota. Untuk kerugian sementara yang ditimbulkan dari bencana dan longsor yang terjadi mencapai Rp 138 miliar. Terdiri dari infrastruktur jalan dan jembatan di daerah terkenda dampak bencana, perumahan/pemukiman warga, fasilitas pendidikan, termasuk infrastruktur ekonomi masyarakat.

“Kita masih mendapat info hingga siang ini (kemarin, red) masih banyak warga yang terisolir. Iya maka kita mohon bantuan BBM agar dipermudah karena kondisi masyarakat benar-benar membutuhkan,” kata Rohidin tersendat karena menahan tangis saat memberikan keterangan pers di posko bantuan dan penanganan bencana banjir dan longsor Provinsi Bengkulu Kantor BPBD Provinsi Bengkulu Jalan Jalan P Natadirja KM 7 Kota Bengkulu, Minggu (28/4).

Dalam konferensi pers kemarin, Rohidin didampingi Danrem Bengkulu Kolonel Inf. Dwi Wahyudi, Sekda Provinsi Nopian Andusti, Kepala BPBD Provinsi Rusdi Bakar, Kadis Kominfo dan Statistik Jaduliwan, Kadis Perhubungan Darpinudin, Kadinsos Iskandar Zo. Rohidin mengimbau agar warga yang tidak terkena dampak bisa ikut memberikan sumbangsih. Juga meminta kabupaten/kota terkena dampak untuk segera mengusulkan siaga darurat atau tanggap darurat.

Kemudian melakukan evaluasi terhadap kebutuhan pangan masyarakat, memastikan stok cukup. Kepada pihak PLN juga agar jaringan listrik bisa difungsikan dititik-titik pengungsian agar pelayanan dapat berlangsung dengan baik, dan memastikan jaringan listrik dalam kondisi aman. Serta kepada Pertamina diminta untuk kepastian ketersediaan BBM dan bantuan penyaluran.

“Sejak terjadi bencana pemprov bersama pemkab/pemkot kita sudah mendirikan posko. Memberikan bantuan masa panik dan bantuan emergency. Saya minta mari seluruh elemen, instansi bersama-sama menanggulangi bencana ini,” imbuhnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...