Kamis, 27 Juni 2019 – 07:42 WIB

Korea Agresif Tanam Modal

Jumat, 10 Juni 2011 – 12:08 WIB
Korea Agresif Tanam Modal - JPNN.COM

JAKARTA – Korea Selatan kini kian agresif menanamkan modal di Indonesia. Setelah pabrik baja PT Pohang Steel and Iron Company (Posco), kini PT Hankook Tire membangun pabrik di lahan seluas 60 hektare di Lippo Cikarang, Bekasi. Pabrik ban asal Negeri Ginseng itu menanam modal USD 1,1 miliar sampai 2018. Mereka akan memanfaatkan bahan baku lokal sebagai pengembangan industri hilir karet.

Vice Chairman and CEO Hankook Tire Seung Hwa Suh mengatakan,  pabrik baru tersebut akan mendukung bisnis mereka. Selain membangun pabrik di Indonesia, mereka telah memiliki enam pabrik di Korea, Tiongkok, dan Hungaria. ’’Pabrik baru ini akan menaikkan status global kami dari peringkat tujuh pabrik ban dunia menjadi lima besar,’’ kata Seung saat peresmian pembangunan pabrik ke-7 di Bekasi (9/6).

Menurut dia, nilai investasi yang ditanam bertahap. Tahap awal modal yang ditanamkan USD 353 juta dengan kapasitas produksi 6 juta ban per tahun. ’’Kita terus menambah investasi sampai 2018 senilai total USD 1,1 miliar. Namun, itu bergantung keadaan pasar dunia.  Kalau membaik, akan diteruskan,’’ ucapnya.

Selain memasok kebutuhan ban untuk dalam negeri, mereka melakukan ekspor dengan membidik negara-negara Asia Tenggara serta Timur Tengah. Porsi ekspor pada tahap awal lebih besar, yakni 70 persen, dan 30 persen untuk domestik. ’’Kami yakin konsumsi lokal akan naik sehingga memungkinkan mengubah porsi ekspor dan lokal,’" ucap Seung.

Untuk memproduksi ban, pabrik di Indonesia tersebut mengandalkan pasokan bahan baku karet alam dari lokal. Berbeda halnya dengan pabrik ban di negara lain seperti Korea dan Tiongkok, selain menggunakan karet alam dari Indonesia, juga mengimpor dari Thailand. Sebab, Indonesia termasuk penghasil karet terbesar dengan produksi pada 2010 mencapai 2,92 juta ton.

Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengatakan, industri ban menjadi salah satu andalan industri manufaktur. Sejumlah 13 produsen ban nasional telah mampu memproduksi beragam tipe dan ukuran. Di antaranya, ban untuk mobil penumpang, truk, bus, sampai kendaraan berat dengan kemampuan produksi 50 juta unit. Ban untuk sepeda motor memiliki kapasitas 28 juta unit.

’’Khusus ban mobil, sekitar 70 persen diekspor, antara lain, ke AS, Jepang, Asia, Australia, dan Eropa. Bahkan, tiap tahun nilai ekspor ban terus meningkat. Pada 2010, nilai ekspor USD 1 miliar,’’ timpal Hidayat.

Kepala BKPM Gita Wirjawan menambahkan, investor asal Korea Selatan belakangan ini memang agresif. Selain Hankook, ada Posco yang menanamkan investasi dalam proyek joint venture bersama PT Krakatau Steel senilai USD 6 miliar. ’’Dua perusahaan tersebut mengubah corak substansial karena sampai kini sudah ada ratusan perusahaan dari Korsel yang mendatangi BKPM. Mereka mengambil sikap serius untuk berinvestasi di berbagai sektor,’’ kata dia.

Gita memprediksi, ke depan Korsel bisa masuk jajaran negara dengan investasi terbesar di Indonesia. Disebutkan, lima negara dengan investasi terbesar adalah Singapura, Inggris, AS, Jepang, dan Belanda. ’’Saat ini, Korsel untuk menjadi negara dengan nilai investasi terbesar mungkin masih jauh. Tapi, kalau lima tahun ke depan, sangat mungkin Korsel masuk dalam posisi lima besar,’’ urainya. (lum/res/c1/oki)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar