Korupsi Berbaju Investasi, Ketika Kebijakan Menjadi Saham
jpnn.com, JAKARTA - Oleh :
Roy Riady, Kasubdit Tindak Pidana Pajak dan Pencucian Uang Pada Jampidsus RI
Dahulu orang berbicara tentang korupsi, bayangannya sederhana. Ada amplop coklat berpindah tangan di parkiran.
Ada koper berisi uang tunai ditemukan di rumah pejabat. Ada mark-up (penggelembungan harga) di proyek pengadaan — harga semen yang sebenarnya seribu rupiah ditulis seribu lima ratus, selisihnya dibagi-bagi rata.
Korupsi tampil terus terang. Gamblang. Orang awam pun bisa menunjuk dan berkata: “Iku korupsi.” Namun, kini zaman sudah canggih. Korupsi hari ini tidak lagi tampil dengan wajah yang sama.
Pelaku korupsi datang berpakaian rapi, membawa map berisi pitch deck (paparan rencana investasi yang dikemas untuk menarik calon penanam modal), berbicara soal valuasi (penilaian nilai perusahaan), term sheet (dokumen ringkasan kesepakatan investasi), dan exit strategy (strategi pelepasan kepemilikan untuk merealisasikan keuntungan).
Korupsi tidak lagi menyelipkan uang di bawah meja — dia mengundang Anda menjadi pemegang saham.
Korupsi telah menemukan baju baru, dan baju itu bernama investasi. Inilah yang ingin saya bicarakan apa adanya: melalui teknik sederhana namanya playing dumb (pura-pura bodoh) untuk mengorek informasi dari lawan dikenal dengan istilah ego baiting, pancingan ego, dengan pertanyaan-pertanyaan bentuk seni psikologi interogasi.
Kini zaman sudah canggih. Korupsi hari ini tidak lagi tampil dengan wajah yang sama tetapi dengan cara investasi yang bisa mengelabui publik.
- Update Kasus Imigrasi, KPK Sita Uang dari Ruangan Eks Wamen Simly Karim
- Dikaitkan dengan Dugaan Kasus Korupsi Bea Cukai, Raffi Ahmad Beri Jawaban Tegas
- Mbak Cory Setor Rp 500 Juta ke Perantara Bupati Muara Enim di Hotel, Oh, Ini Tujuannya
- KPK Sebut Abi Terima Rp 500 Juta dari Mbak Cory atas Perintah Bupati Muara Enim
- Jaksa Sebut Nadiem Punya Niat Jahat dan Melawan Hukum
- Kasus Korupsi Mesin Jahit Rp 9 Miliar, Kejari Jaktim Tahan Tersangka DER
JPNN.com




