KP2MI dan Kemdiktisaintek Teken MoU untuk Tingkatkan Keterampilan Pekerja Migran Indonesia
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berkomitmen menjadikan SDM Indonesia unggul dan bersaing global.
Dalam MoU ini, Kemdiktisaintek akan memetakan negara tujuan dan keahlian yang dibutuhkan, membuat program khusus di tahun terakhir studi (tahun 3 atau 4) untuk melatih calon Pekerja migran secara intensif, termasuk bahasa (Mandarin untuk Taiwan/China, Jepang untuk Jepang, Inggris) serta sertifikasi sesuai standar negara tujuan.
Selain itu, peran antar perguruan tinggi vokasi akan dibagi secara terfokus, misalnya pada sektor tertentu untuk negara seperti Taiwan atau Jepang.
Acara ini merupakan sinergi antar-kementerian untuk meningkatkan skill Pekerja Migran sebelum dan sesudah penempatan, sesuai prioritas Presiden Prabowo dalam membangun SDM unggul.
"Ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menggeser paradigma penempatan pekerja Migran dari low-skill ke middle/high-skill, dengan target besar seperti 500.000 Pekerja Migran terampil di masa mendatang," tutup Brian Yuliarto.
MoU Kp2MI dan Kemeristekdikti ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi penyiapan Pekerja Migran berkualitas tinggi guna mendukung visi Indonesia Emas 2045 mendatang.(fri/jpnn)
Kementerian P2MI menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kemdiktisaintek di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Rabu 24 Desember 2025.
Redaktur & Reporter : Friederich Batari
- KSPSI-UT Teken MoU, Permudah Pekerja Berkuliah & Raih Gelar Sarjana
- KP2MI Hadirkan Asta Mandala SMK Go Global untuk Wujudkan SDM Unggul Berdaya Saing Global
- Prabowo Usulkan MBG Dapat Nobel 2026? Mendiktisaintek Ungkap Faktanya
- Indonesia–Portugal Perkuat Kerja Sama, Menteri P2MI Mukhtarudin Siapkan Penempatan Pekerja Migran Berkualitas
- Tindak Lanjuti Kunjungan Presiden Prabowo, KP2MI Gandeng Albania Lindungi Pekerja Migran Indonesia
- Memasuki Era Digital, Pejuang Merah Putih SUPERAPPS Tawarkan Layanan Terintegrasi
JPNN.com




