KPK Akui Sempat Kesulitan Menjerat Sudewo
jpnn.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui sempat kesulitan membongkar keterlibatan Bupati Pati Sudewo (SDW) dalam kasus dugaan pemerasan di daerah itu.
"Kesulitan enggak? Iya," kata Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1/2026) malam.
Tersangka kasus dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa, Bupati Pati Sudewo. Foto: Muhammad Adimaja/Antara
Asep menjelaskan bahwa KPK perlu memeriksa hingga berjam-jam untuk mengetahui orang-orang kepercayaan Sudewo, dan menyusun konstruksi perkara itu.
"Betul, kesulitan kami menghubungkannya, dan lain-lain," ucapnya.
Belum lagi, ada orang yang terjaring operasi tangkap tangan atau OTT KPK itu ogah mengakui keterlibatan.
"Mereka juga mungkin pas kami amankan, ada kasih tahu yang lain. Yang dikasih tahu, ada juga HP-nya (telepon seluler) yang sudah direset," ungkap Asep.
Walakin, hal itu disebut Asep sebagai bagian dari dinamika kerja KPK di lapangan.
Ternyata KPK sempat kesulitan menghubungan peran Bupati Sudewo dengan kasus pemerasan setelah terjadi OTT di Pati. Begini informasinya.
- Diperiksa 7 Jam oleh KPK, Pejabat Ditjen Minerba Bantah Pernah Bertemu Rita Widyasari
- KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur
- Sidang Korupsi Bupati Pati Sudewo Dijaga Ketat Polisi
- KPK Dalami Dugaan Pendiri IAW Iskandar Sitorus Hambat Penyidikan Korupsi Bea Cukai
- KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Fuad Hasan Masyhur di Kasus Korupsi Kuota Haji
- KPK Periksa Petinggi Indonesian Audit Watch di Kasus Korupsi Bea Cukai
JPNN.com




