KPU Dorong IPP Jadi Pusat Pengetahuan Demokrasi
jpnn.com - LOMBOK - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan Indeks Partisipasi Pemilih (IPP) sebagai instrumen penting untuk membangun pusat pengetahuan demokrasi di Indonesia.
Anggota KPU RI August Mellaz mengatakan IPP Pemilu dan IPP Pilkada menjadi bagian dari upaya KPU periode 2022-2027 dalam mewujudkan dua misi utama, salah satunya menjadikan KPU sebagai pusat pengetahuan dan pengalaman kepemiluan.
"IPP Pemilu dan IPP Pilkada hanya salah satu bentuk bagaimana KPU berusaha mewujudkan misinya sebagai pusat pengetahuan kepemiluan," kata Mellaz di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa (9/12).
Dia menjelaskan penyusunan IPP melibatkan peneliti, akademisi, dan pegiat pemilu yang selama ini konsisten mengkaji isu demokrasi.
Menurutnya, keterlibatan mereka sebagai wujud partisipasi publik yang perlu dicatat sebagai bagian penting dari perbaikan demokrasi.
"Faktanya, dalam konteks demokrasi, harus kritis, karena harus mengadvokasi sesuatu," ujarnya.
Mellaz memastikan IPP menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang pemilu dan pilkada di Indonesia.
Menurut dia, berbagai data dan konsep dalam IPP harus diuji secara empiris untuk menghasilkan produk pengetahuan yang dapat memperkuat tata kelola pemilu.
KPU menyatakan Indeks Partisipasi Pemilih sebagai instrumen penting untuk membangun pusat pengetahuan demokrasi di Indonesia.
- DPW PPP Bangka Belitung Gaspol Konsolidasi & Kerja Politik
- Klaim Jadi Parpol Modern, Gema Bangsa Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat di Pemilu 2029
- Muswil PPP di Papua Jadi Tonggak Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
- Hanura Punya Logo Baru, Bakal Segera Diluncurkan
- Bicara Saat Muswil X PPP Jakarta, Bendum Fauzan Singgung Soliditas Internal
- DPW PPP Riau Solid Gelar Muswil, Siap Tancap Gas Menuju Pemilu 2029
JPNN.com




