KSPI: Impor 105 Ribu Pikap India Ancam PHK Puluhan Ribu Buruh Otomotif

KSPI: Impor 105 Ribu Pikap India Ancam PHK Puluhan Ribu Buruh Otomotif
Presiden Partai Buruh Said Iqbal. Foto: Ryana Aryadita/JPNN.com

“Di tengah PHK ratusan ribu buruh, tiba-tiba muncul kebijakan yang justru berpotensi menambah PHK di industri otomotif. Ini kebijakan apa? Di mana rasionalitasnya?” kata Said Iqbal mempertanyakan.

KSPI menilai pemerintah seharusnya memproduksi 105.000 unit pikap tersebut di dalam negeri.

Dengan demikian, dampaknya justru akan memperpanjang kontrak kerja buruh eksis dan menciptakan lapangan kerja baru.

Produksi lokal diperkirakan mampu menyerap sedikitnya 10.000 tenaga kerja baru dalam periode enam bulan hingga satu tahun produksi.

“Kalau diproduksi di Indonesia, itu bisa menyerap lebih dari 10.000 tenaga kerja. Belum lagi industri suku cadang dan maintenance yang ikut bergerak. Penyerapan tenaga kerjanya akan panjang,” ujar Iqbal terkait manfaat ekonomi jika impor tersebut dibatalkan.

Oleh karena itu, pihak buruh mendesak pemerintah agar menyerahkan kebutuhan pengadaan unit tersebut kepada produsen otomotif dalam negeri.

Jika persoalan harga menjadi kendala, pemerintah disarankan melakukan negosiasi terkait penyederhanaan spesifikasi kendaraan.

“Kalau harga dianggap mahal, spesifikasinya bisa disesuaikan. Fitur otomatis bisa jadi manual, dashboard digital bisa disederhanakan, tinggal negosiasi. Jangan malah impor,” imbuh Said. (mcr31/jpnn)


Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh menyoroti rencana impor 105.000 unit mobil pikap India.


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News