Kualitas Udara Pekanbaru Masih Tidak Sehat
jpnn.com, PEKANBARU - Kondisi udara di Kota Pekanbaru, pada Senin (7/9/2026) pagi, konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat mencapai 119,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³), sehingga masuk kategori Tidak Sehat.
Data pemantauan BMKG Stasiun Pekanbaru menunjukkan angka tersebut tercatat sekitar pukul 09.00 WIB. Kondisi serupa masih bertahan hingga satu jam setelahnya.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Pekanbaru Yasir Prayuna membenarkan kondisi tersebut.
“Pantauan terupdate sampai pukul 09.00 WIB pagi ini masih dalam kategori Tidak Sehat,” ujar Yasir.
Kualitas udara yang memburuk tidak terlepas dari kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Riau.
Meski jumlah titik panas mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya, dampak asap masih dirasakan di Pekanbaru.
Berdasarkan pemantauan hingga pukul 23.00 WIB, terdapat 176 hotspot di Provinsi Riau.
Jumlah tersebut turun cukup signifikan dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 292 titik.
Kondisi udara di Kota Pekanbaru, pada Senin (7/9/2026) pagi, konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat mencapai 119,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
- BNPB Bilang 663 Hektare Area Terbakar Berstatus Lahan Gambut
- Kualitas Udara Memburuk, Disdik Pekanbaru Terapkan PJJ Selama Dua Hari
- Kualitas Udara di Palembang Masuk Kategori Berbahaya, AQI Tembus 306
- Asap Masih Berpotensi Selimuti Riau, 115 Hotspot Terdeteksi
- Hari Udara Bersih Internasional 2026 Jadi Momentum Refleksi di Tengah Polusi
- Studi Jepang Soroti Perubahan Kualitas Udara Dipengaruhi Produk Tembakau yang Dipanaskan
JPNN.com




