Kunjungan Wisman Naik 5,71 Persen, Pariwisata Jadi Penopang Ekonomi Nasional
jpnn.com, JAKARTA - Kinerja sektor pariwisata Indonesia sepanjang Semester I 2026 menunjukkan tren pertumbuhan positif.
Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bagi perekonomian nasional di tengah tantangan dan ketidakpastian ekonomi global.
Staf Khusus Kementerian Pariwisata Apni Jaya Putra, mengatakan data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan sektor pariwisata tetap tumbuh solid selama enam bulan pertama tahun ini.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
"Ini menjadi bukti bahwa pariwisata mampu menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional," kata Apni dalam keterangannya, Jumat (7/8).
Berdasarkan data BPS, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Semester I 2026 mencapai 7,45 juta kunjungan atau meningkat 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tercatat sebanyak 630,41 juta perjalanan atau tumbuh 2,71 persen secara tahunan.
Selain jumlah kunjungan yang meningkat, rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara juga naik menjadi 1.313 dolar AS per kunjungan atau bertambah 6,36 persen dibandingkan Semester I 2025.
Pariwisata Indonesia tumbuh positif pada Semester I 2026, didorong kenaikan wisman dan belanja wisatawan.
- KADIN Dorong Pariwisata Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
- 8,98 Juta Wisatawan Mancanegara Kunjungi Indonesia Periode Januari-Juli 2026
- Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Heluo Sukses Digelar
- Ezploria Bangun Ekosistem Travel Digital yang Lebih Mudah, Aman, dan Transparan
- Moskow Membuka Pintu Pariwisata Bagi Wisatawan Indonesia Melalui Misi Bisnis di Jakarta
- Avtur Turun Tak Menjamin Tiket Murah, Wisatawan Perlu Cermat Membandingkan Harga
JPNN.com




