Kurs Rupiah Ambrol, USD Nyaris Rp 18.000
jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin terkekan mendalam pada perdagangan, Rabu (3/6).
Berdasarkan data dari Google Finance, pergerakan rupiah terus merosot hingga Rp 17.925 pada pukul 09.48 WIB.
Rupiah diketahui memang dibuka melemah 39 point pada pagi tadi, berkisar Rp17.878 per dolar AS.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi menjelaskan pelemahanan nilai tukar rupiah yang nyaris Rp 18.000 ini akibat menguatnya minyak mentah dunia WTI ya di 94.
Selain itu, masalah stagnansi perundingan antara Amerika dan Iran disebut juga menjadi pemicu.
Iran menilai tindakan Amerika saat melakukan sosialisasi tentang masalah kesepahaman dalam perjanjian.
"Amerika terus melakukan penyerangan terhadap wilayah-wilayah di Iran. Nah, Iran pun juga berbalik melakukan penyerangan," kata Ibrahim, dalam pesan suara, Rabu (3/6).
Kemudian, inti dari permasalahan utamanya yakni permintaan Amerika untuk pemusnahan uranium, yang ditolak Iran.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin terkekan mendalam pada perdagangan, Rabu (3/6).
- Tutup Selat Hormuz, IRGC Ancam Serang Pangkalan Musuh di Timur Tengah
- Pertamina Pastikan Distribusi BBM di Bogor Terus Berjalan, 19 SPBU Tunggu Pasokan
- Kurs Rupiah Kembali Menguat Ditopang Cadangan Devisa Negara
- Rupiah Menguat di Hadapan USD, Ada Kabar Baik Apa?
- Bahlil Mengeklaim 57 Persen SPBU sudah Menyalurkan B50
- 2 Hari Serangan AS ke Iran, 14 Tewas & 78 Luka-Luka
JPNN.com




