Kurs Rupiah Menguat Senin Pagi, Pemicunya soal BBM Non-Subsidi
Formula tersebut selaras dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai Perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020.
Di sisi lain, ketidakpastian seputar status Selat Hormuz memberikan sentimen negatif terhadap rupiah.
Sebagaimana dilaporkan Anadolu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa Selat Hormuz telah kembali ke “kondisi sebelumnya” di bawah kendali “angkatan bersenjata”, merujuk pada blokade AS terhadap pelabuhan Iran yang masih terus berlangsung.
IRGC menegaskan hingga AS “memulihkan sepenuhnya kebebasan pergerakan kapal yang menuju dan keluar dari Iran”, situasi di Selat Hormuz akan tetap berada dalam pengawasan ketat dan tidak berubah.
“Investor juga masih cenderung wait and see hasil perundingan AS-Iran pada hari Senin dan RDG BI (Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia) pada hari Rabu (22/2). Namun, untuk perundingan Iran-AS belum bisa dipastikan terjadi, masih simpang siur,” ungkap Lukman.(antara/jpnn)
Kurs rupiah menjadi Rp 17.155 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.189 per USD.
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul
- Dari Hormuz ke Jakarta: Membaca Perang AS–Iran dan Implikasinya bagi Indonesia
- Pimpin Rakor, Komut Pertamina Tekankan Mitigasi Risiko Fondasi Ketangguhan Perusahaan
- Efek OECD Memangkas Proyeksi RI, Rupiah Menguat Terbatas Terhadap USD
- Dukung Transformasi Bisnis, Pertamina Bagikan Pengalaman Penggunaan Teknologi Digital & AI
- Buruh Harian di Banyuasin Ditangkap Saat Sedang Potong Kabel Milik Pertamina
- Purbaya Sebut Pergerakan Rupiah Masih dalam Perhitungan Pemerintah
JPNN.com




