Kurs Rupiah Merangkak Naik, USD Jadi Rp 17.387
jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis menguat 54 poin atau 0,31 persen.
Kurs rupiah menjadi Rp 17.333 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.387 per USD.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dengan Iran.
“Pasar menyambut positif meningkatnya peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran,” katanya di Jakarta, Kamis (7/5).
Mengutip Anadolu, AS dan Iran hampir menandatangani nota kesepahaman sepanjang satu halaman untuk mengakhiri perang serta menetapkan kerangka negosiasi nuklir yang lebih rinci.
Seperti dilaporkan Axios, mengutip sumber pada Rabu (6/5), AS berharap Iran dapat merespons dalam waktu 48 jam terhadap isu-isu utama.
Memang belum ada kesepakatan final, menurut laporan tersebut, tetapi kondisi itu adalah kesepakatan terdekat yang pernah dicapai keduanya sejak perang dimulai pada akhir Februari lalu.
Dalam draf kesepakatan tersebut, Iran diminta menangguhkan pengayaan nuklir, Amerika harus mencabut sanksi dan membebaskan dana yang dibekukan, serta keduanya harus melonggarkan pembatasan transit di jalur Selat Hormuz.
Kurs rupiah menjadi Rp 17.333 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.387 per USD.
- Ekonom Ungkap Efek Berantai Transpotasi Publik, Jangan Dianggap Sepele
- Ekonom: Kenaikan Pertamax Murni Mengikuti Harga Pasar
- Dirjen Keuda Fatoni: Perlunya Transformasi BUMD Sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
- Rupiah Jaya di Hadapan Dolar, Sore Ini USD Bertengger di Rp 17.860
- Rupiah Anjlok, Industri Penyeberangan Terancam Kolaps
- JAM Coin Diluncurkan, Bidik Integrasi Aset Digital dan Ekonomi Ril
JPNN.com




