Kurs Rupiah Morat-marit, BI Bilang Begini

Kurs Rupiah Morat-marit, BI Bilang Begini
Nilai tukar rupiah terhadap USD melemah. Foto/ilustrasi: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memastikan pergerakan nilai tukar rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini yang menembus level Rp 17.400 per USD masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset BI, Erwin Gunawan Hutapea mengatakan mata uang lain, seperti Philippine peso melemah sebesar 6,58 persen, Thailand baht melemah 5,04 persen, India rupee melemah 4,32 persen, demikian pula dengan Chile peso (-4,24 persen), Indonesia rupiah (-3,65 persen), dan Korea won (-2,29 persen).

Namun, BI menyatakan akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya.

Bank sentral juga terus mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi non-deliverable forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan domestic non-deliverable forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

“Langkah ini dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berlanjutnya tekanan global,” kata Erwin dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Selasa.

BI pun menegaskan komitmen untuk senantiasa hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah berada pada kisaran Rp 17.426 per USD pada Selasa (5/5) pukul 10.41 WIB, mengacu pada harga spot di pasar valuta asing global.

Berdasarkan data terakhir, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2026 tercatat sebesar USD 148,2 miliar, menurun sebesar USD 3,7 miliar dari posisi Februari 2026 yang sebesar USD 151,9 miliar.

Bank Indonesia (BI) memastikan pergerakan nilai tukar rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini yang menembus level Rp 17.400 per USD masih seja

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News