Kutukan Alam
Oleh Dahlan Iskan
jpnn.com - Judul buku ini bisa diubah ke banyak istilah: maknanya tetap sama. Memberantas Korupsi Sembari Korupsi.
"Bisa diubah menjadi Memberantas Kejahatan Sambil Jadi Penjahat. Atau Menegakkan Hukum Sembari Melanggar Hukum," ujar Saut Situmorang, mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Saut jadi pembicara pertama bedah buku yang disusun Kosmak –Koalisi Masyarakat Anti Korupsi terbitan Kompas Gramedia itu. Kemarin. Di gedung Majalah TEMPO di Palmerah, Selatan Jakarta.
"Anda ini pejabat KPK terakhir sebelum KPK dilemahkan di zaman Presiden Jokowi," ujar Sugeng Teguh Santoso, moderator acara bedah buku itu.
Sugeng bukan moderator biasa. Ia adalah Ketua Indonesia Police Watch (IPW) yang amat galak. Sugenglah yang melaporkan Febrie Adriansyah soal korupsi mark down di aset Asabri.
Sugeng terus mengejar agar aset senilai Rp 11 triliun yang dilelang dengan harga Rp 1,5 triliun itu diusut. Itu, katanya, tidak hanya korupsi, tetapi juga ada dugaan unsur pemerasan.
"Kan, ada dua saksi utama yang bisa diusut," kata Sugeng. "Saya tidak mau menyebut namanya karena sedang dalam perlindungan saksi. Singkatannya FI dan TK," ujar Sugeng.
Judul buku ini bisa diubah ke banyak istilah: maknanya tetap sama. Memberantas Korupsi Sembari Korupsi.
- Aset Dadan Hindayana Tersangka Korupsi MBG Disita Kejagung, Sebegini Banyaknya
- RUU Perampasan Aset Jadi Senjata Negara Melawan Korupsi
- Pakar Hukum Minta Penegasan Kriteria Harta yang Jadi Objek di RUU Perampasan Aset
- KPK Panggil Dirut Millenium Solusi Abadi di Kasus Suap Muara Enim
- KPK Dalami Korupsi Iklan, 5 Saksi Diperiksa
- 50 Pertanyaan buat Febrie Adriansyah
JPNN.com




