Lagi, UT Kukuhkan 6 Profesor Baru, Bawa Solusi AI hingga Perlindungan Pekerja Migran

Lagi, UT Kukuhkan 6 Profesor Baru, Bawa Solusi AI hingga Perlindungan Pekerja Migran
Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., diapit Ketua Senat UT Prof. Dr. Chanif Nurcholis, M.Si., bersama enam profesor baru UT seusai pengukuhan di UTCC, Kamis (6/8). Foto Mesyia/JPNN

Untuk transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan menjadi perhatian Prof. Dr. Siti Aisyah, M.Si. Melalui konsep smart governance, ia mendorong integrasi teknologi digital, pemanfaatan data, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, responsif, dan berkelanjutan.

"Smart governance tidak hanya berbicara tentang penggunaan aplikasi atau digitalisasi layanan. Konsep tersebut juga menuntut perubahan cara kerja pemerintahan agar lebih terbuka, berbasis data, dan mampu merespons kebutuhan masyarakat secara tepat," ungkapnya.

Persoalan kejahatan digital lintas negara turut menjadi bagian dari gagasan yang disampaikan dalam pengukuhan profesor UT. Prof. Dr. Rahmat Hidayat, S.Sos., M.Si. memperkenalkan desain model pelaporan kolaboratif berbasis End Mobile Traffick App. Model tersebut dirancang untuk memperkuat perlindungan pekerja migran dari praktik forced scamming.

Forced scamming merupakan kejahatan yang memaksa korban terlibat dalam aktivitas penipuan digital. Pekerja migran menjadi salah satu kelompok yang rentan karena dapat terjebak dalam jaringan kejahatan lintas negara melalui tawaran pekerjaan palsu.

"Model pelaporan berbasis aplikasi diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi, memperkuat koordinasi antarlembaga, serta membantu proses perlindungan dan penanganan korban," kata Rahmat.

Sementara isu lingkungan perkotaan diangkat oleh Prof. Dr. Ir. Edi Rusdiyanto, M.Si. melalui pendekatan River–Settlement Symbiotic System atau RS3. Melalui pendekatan tersebut, sungai tidak dipandang sebagai bagian yang terpisah dari kehidupan masyarakat. 

"Sungai dan kawasan permukiman harus dikelola sebagai satu ekosistem yang saling berhubungan," ucapnya.

Gagasan RS3 menawarkan perspektif baru dalam penataan kawasan perkotaan. Pengelolaan sungai yang terintegrasi dengan permukiman dinilai dapat meningkatkan kualitas lingkungan, memperkuat ketahanan kota, dan mengurangi risiko bencana seperti banjir.

Universitas Terbuka (UT) kembali mengukuhkan enam profesor dengan membawa beragam gagasan berbasis riset untuk menjawab tantangan masyarakat.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News