Lagi, UT Kukuhkan 6 Profesor Baru, Bawa Solusi AI hingga Perlindungan Pekerja Migran

Lagi, UT Kukuhkan 6 Profesor Baru, Bawa Solusi AI hingga Perlindungan Pekerja Migran
Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., diapit Ketua Senat UT Prof. Dr. Chanif Nurcholis, M.Si., bersama enam profesor baru UT seusai pengukuhan di UTCC, Kamis (6/8). Foto Mesyia/JPNN

Keenam orasi ilmiah tersebut memperlihatkan hubungan erat antara ilmu pengetahuan dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Pendidikan yang adaptif, budaya literasi yang kuat, pemerintahan yang responsif, pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab, lingkungan yang berkelanjutan, serta perlindungan kelompok rentan menjadi gambaran masa depan yang ingin dibangun melalui riset.

Bagi UT, penelitian tidak seharusnya berhenti sebagai temuan akademik atau publikasi ilmiah. Hasil riset perlu dikembangkan menjadi gagasan, inovasi, dan kebijakan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

"Pengukuhan enam profesor ini sekaligus memperkuat komitmen UT sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh yang terus memperluas akses terhadap pendidikan tinggi berkualitas," tegas Rektor UT Prof. Ali. 

Sejalan dengan tema Dies Natalis ke-42, “Mendunia dengan Inovasi, Berdampak untuk Negeri”, UT berupaya meningkatkan kiprahnya di tingkat global tanpa meninggalkan tanggung jawab untuk berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia. 

"Bagi UT, profesor bukanlah titik akhir perjalanan keilmuan. Gelar tersebut menjadi pintu menuju tanggung jawab yang lebih besar untuk terus menghasilkan pemikiran yang relevan, menjawab kebutuhan zaman, dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat," pungkas Prof. Ali.(Esy/JPNN)

Universitas Terbuka (UT) kembali mengukuhkan enam profesor dengan membawa beragam gagasan berbasis riset untuk menjawab tantangan masyarakat.


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Mesyia Muhammad

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News