Lambannya Penanganan Kasus Brigadir J Mengganggu Kinerja Polisi di Lapangan

Lambannya Penanganan Kasus Brigadir J Mengganggu Kinerja Polisi di Lapangan
Trimedya Panjaitan. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan menilai leletnya penanganan kasus dugaan pembunuhan Brigadir J berdampak terhadap kinerja polisi di lapangan.

Menurut Trimedya, lambannya pengungkapan kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo membuat kinerja polisi ikut terganggu.

"Gue lagi kunjungan kerja Komisi III di Bengkulu, itu (kasus tewasnya Brigadir J, red) membuat polisi-polisi di daerah juga agak terganggu," kata Trimedya saat dihubungi, Selasa (9/8).

Pendiri Serikat Pengacara Indonesia (SPI) itu menyebut belum tuntasnya kasus Brigadir J membuat kredibilitas Polri dipertanyakan publik.

Politikus PDIP itu mengatakan anggota Polri di lapangan juga sering mendapat pertanyaan dari masyarakat kasus polisi tembak polisi itu.

"Ada sinisme juga di masyarakat. Kalau ada yang ketemu, bagaimana kasus Bharada E dan Brigadir J, begitu. Itu juga, kan, soal sepele begitu, tetapi itu jadi beban," ujar legislator Daerah Pemilihan II Sumatera Utara itu.

Trimedya berharap petinggi Polri mau memikirkan kondisi anggota di lapangan agar mereka bisa memberi pelayanan optimal selama pengungkapan kasus kematian ajudan Irjen Ferdy Sambo itu.

"Nah, itu juga harus dipikirkan, kalau itu sudah dilakukan oleh Kapolri, ya, kami berharap Kapolri segera melakukan juga konsolidasi internal," ujar Trimedya. (ast/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

Trimedya Panjaitan menyebut lambannya penanganan kasus pembunuhan Brigadir J mulai mengganggu kinerja polisi di lapangan. Kapolri perlu tahu ini.


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News