Lapangan Tembak Dinilai tidak Pas Berada di Tengah Kota

Lapangan Tembak Dinilai tidak Pas Berada di Tengah Kota
Bareskrim Polri menindaklanjuti insiden peluru menembus ruang kerja anggota DPR. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Anthon Sihombing mengatakan pihaknya akan memperketat pengamanan DPR menyusul serentetan peristiwa peluru nyasar ke ruangan anggota parlemen. 

“Kami akan memperketat pengamanan apalagi ini tahun politik,” ungkap Anthon di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/10).

Legislator Partai Golkar itu mengatakan, peristiwa peluru nyasar berulang-ulang ke gedung DPR tidak boleh dibiarkan. Karena itu, Anthon mengatakan sebaiknya  lapangan tembak yang ada di belakang gedung DPR, itu ditutup dan dipindahkan ke lokasi lain.

“Kalau dibiarkan penembakan ini berulang-ulang berarti lebih penting lapangan tembak dari gedung DPR yang menjadi ikon republik ini. Keamanan DPR menjadi tanggung jawab kami,” ungkapnya.

Anggota Komisi V DPR itu mengatakan bahwa sekarang ini memang lapangan tembak di belakang gedung DPR, itu sudah ditutup. Karena itu, dia meminta lapangan tembak itu direlokas ke tempat lain. Anthon menegaskan, tidak elok ada lapangan tembak di tengah kota metropolitan seperti Jakarta. 

“Ya direlokasi dong. Di kota metropolitan sebesar ini, yang penduduknya sekian juta masa lapangan tembak di tengah-tengah kota,” ujarnya.

Selain itu, Anthon juga meminta pihak-pihak tidak menganggap berlebihan wacana pemasangan kaca film antipeluru untuk jendela ruang anggota parlemen. Menurut Anthon, penggunaan kaca film itu tidak mahal. 

“Kalau (wacana) pakai antipeluru, juga jangan tabu. Kalau ada yang mengatakan itu kelewatan, yang ngomong itu salah,” ungkap Anthon.

Ya direlokasi dong. Di kota metropolitan sebesar ini, yang penduduknya sekian juta masa lapangan tembak di tengah-tengah kota.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News