Lawan Kemunduran Demokrasi, Pemimpin CALD Ungkit Pentingnya Liberalisme Kelas Pekerja
jpnn.com, YOGYAKARTA - Populisme dan kemunduran demokrasi atau democratic backsliding menjadi poin yang disorot dalam pembukaan CALD Conference on Democratic Resilience in Southeast and East Asia sekaligus 9th CALD Party Management Workshop di Karaton Ballroom, Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Jumat (4/9).
Chairperson Council of Asian Liberals and Democrats (CALD) Florencio “Butch” Abad mengatakan demokrasi mengalami kemunduran akibat kegagalan menyediakan iklim menyatakan pendapat.
“Demokrasi liberal gagal bukan karena sistem demokrasi itu sendiri yang cacat. Ia mulai mengalami kegagalan ketika liberalisme berhenti menyediakan kondisi-kondisi yang membuat kebebasan dan demokrasi bermakna bagi warga negara biasa,” ujar Butch Abad dalam pesan yang disampaikan kepada peserta konferensi, Jumat.
Mantan menteri kabinet Filipina itu mengatakan demokrasi menghadapi persoalan ketika kekuatan ekonomi, politik, dan otoritas budaya semakin terkonsentrasi pada kelompok elite.
Menurut Butch Abad, demokrasi makin bermasalah ketika sebagian besar masyarakat pekerja kehilangan kepastian ekonomi, status sosial, dan ruang untuk menyuarakan kepentingan politik mereka.
Dia mengangkat gagasan Working-Class Liberalism atau liberalisme kelas pekerja untuk menjawab persoalan kemunduran demokrasi.
Menurutnya, gagasan itu menjadi upaya merekonstruksi liberalisme sosial-demokratis agar mampu menjawab perubahan masyarakat pada era pascaindustri.
Menurutnya, gagaan itu membuat demokrasi tidak hanya sekadar prosedur dan mampu menghadirkan manfaat konkret serta memberikan rasa keadilan rakyat.
Gagasan Working-Class Liberalism mengemuka di forum CALD Yogyakarta untuk menjawab kemunduran demokrasi.
- Heru Subagia: Merangkul Anies, Ganjar, dan Mahfud ke Kabinet Bukan Solusi Demokrasi
- Parliamentary Threshold 1% Jadi Sorotan, Pemuda Lintas Partai Gelar Konsolidasi
- PDI Perjuangan Kutuk Penganiayaan Koordinator Sospol BEM UI Hafidz Hernanda
- Minta Penganiayaan Aktivis BEM UI Diusut Tuntas, Gus Falah: Negara Tidak Boleh Kalah
- MK Tak Temukan Ijazah Gibran, Deddy PDIP Langsung Serukan Hak Angket
- Sigit Dicopot dari Pos Kapolri, Guntur PDIP: Regenerasi Jadi Bagian Demokrasi Sehat
JPNN.com




