Lawan Tuberkulosis Dengan Cara Humanis, Kemenkomdigi Gelar Temu Komunitas KLIK
jpnn.com, BANDUNG - Kementerian Komunikasi dan Digital menggelar Temu Komunitas KLIK (Keluarga Indonesia Kuat) dengan tema 'Rangkul, Jangan Jauhi: Bersama Lawan Tuberkulosis' di GOR Saparua, Bandung, Minggu (26/4).
Kegiatan yang dihadiri oleh 200 peserta dari berbagai komunitas di Jawa Barat ini menjadi ruang dialog terbuka antara tenaga kesehatan dan masyarakat untuk menjawab mitos sekaligus mendorong perubahan perilaku publik terhadap penyintas tuberkulosis (TB).
Dokter sekaligus penulis, Gia Pratama Putra menjelaskan salah satu tantangan terbesar dalam penanganan TB adalah hilangnya harapan akibat stigma.
“Banyak pasien merasa dunia runtuh saat divonis TB. Mereka takut dijauhi, malu, bahkan putus asa. Padahal, TB itu bisa sembuh. Yang dibutuhkan bukan hanya obat, tapi juga dukungan,” ujarnya.
Dr Gia mengatakan secara medis, TB merupakan penyakit infeksi bakteri yang bisa disembuhkan dengan pengobatan teratur.
Namun dalam praktiknya, keberhasilan terapi sangat bergantung pada kepatuhan pasien yang kerap terganggu oleh stigma sosial dan minimnya dukungan lingkungan.
Realitas stigma ini diperkuat oleh pengalaman Dewi, penyintas TB sekaligus pendiri komunitas “Terus Berjuang Jawa Barat”.
Dirinya pernah mengalami penurunan berat badan hingga 32 kilogram akibat TB dan mendapati perlakuan diskriminatif dari lingkungan sekitar.
Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan tuberkulosis (TB) adalah hilangnya harapan akibat stigma.
- Registrasi Biometrik Nomor Seluler Wajib Mulai 1 Juli 2026, Warga Diminta Mendaftar
- Dukung Pencantuman Nomor Ponsel saat Registrasi Medsos, Anggota DPR Ini Sentil Buzzer
- Miris, Ratusan Ribu Anak di Indonesia Terjerat Judi Online
- 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judol
- Kementerian Komdigi Gelar Koordinasi Penguatan Sinergi Penegakan Hukum & Perlindungan Ruang Digital
- Kemenkomdigi Bicara Soal Kunci Komunikasi Publik
JPNN.com




