Layanan Re-impor Helikopter Medis Permudah Evakuasi Pasien di Wilayah Terpencil Papua
jpnn.com, MERAUKE - Akses layanan kesehatan masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat di wilayah Papua, terutama di daerah terpencil yang memiliki keterbatasan sarana transportasi.
Di tengah kondisi tersebut, kehadiran transportasi medis udara menjadi salah satu solusi penting untuk mempercepat evakuasi pasien dan menjangkau wilayah yang sulit diakses.
Pada 9 Juni 2026, Yayasan Helivida Indonesia melakukan re-impor helikopter medis dari Horn Island, Australia.
Helikopter tersebut sebelumnya diekspor sementara untuk menjalani perbaikan dan telah tiba di Merauke pada 8 Juni 2026.
Yayasan Helivida Indonesia merupakan organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan dengan wilayah kegiatan meliputi Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan sekitarnya.
Kembalinya helikopter medis tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan kemanusiaan yang selama ini dijalankan, khususnya dalam mendukung penanganan kesehatan masyarakat di wilayah yang memiliki tantangan geografis.
Bagi masyarakat di daerah terpencil, keberadaan helikopter medis memiliki peran yang sangat penting.
Sarana ini memungkinkan proses evakuasi pasien dalam kondisi darurat dapat dilakukan lebih cepat, sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan hingga ke wilayah yang sulit dijangkau melalui transportasi darat maupun laut.
Bea Cukai Merauke memberikan pelayanan kepabeanan terkait proses re-impor helikopter medis dari Horn Island, Australia yang dilakukan Yayasan Helivida Indonesia
- Bea Cukai Hadiri Pertemuan Tinggi WCO di Belgia, Bahas Arah Kebijakan Kepabeanan Dunia
- Bea Cukai Morowali Amankan BKC Ilegal Senilai Rp 178 Miliar Sepanjang Januari-Juli 2026
- Bea Cukai Tanjung Priok Dukung Kelancaran GIIAS 2026 Lewat Pemberian Fasilitas Ini
- Bea Cukai Gagalkan Pengiriman 8,96 Juta Batang Rokok Ilegal di Pelabuhan Tanjung Priok
- Bea Cukai Gagalkan Pengiriman 16.000 Batang Rokok Ilegal Lewat Layanan Pos
- Tingkatkan Pemahaman Publik, Bea Cukai Intensifkan Edukasi Ketentuan Cukai
JPNN.com




