Lebanon Tegaskan Masih Bagian dari Dunia Arab
jpnn.com, BEIRUT - Keputusan Arab Saudi untuk melanjutkan impor produk Lebanon tidak hanya memiliki signifikansi ekonomi, tetapi juga makna politik yang penting bagi negara tersebut, kata Menteri Ekonomi Lebanon Amer Bisat.
"Keputusan ini mencerminkan dua hal. Di luar dampak ekonomi, keputusan ini memiliki signifikansi politik yang sangat penting. Gagasan bahwa Lebanon telah terpinggirkan dari dunia Arab tidak dapat diterima," kata Bisat kepada RIA Novosti, Sabtu.
Keputusan ini dapat menandai awal kembalinya Lebanon ke ruang ekonomi Arab dan membuka peluang baru bagi produsen Lebanon, tambahnya.
Sebelumnya pada Kamis (11/6), Arab Saudi mengumumkan pencabutan pembatasan impor dari Lebanon yang telah berlaku sejak April 2021.
Riyadh mengatakan keputusan tersebut dibuat setelah konsultasi dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan mengingat langkah-langkah yang diambil oleh Beirut untuk memperketat kontrol ekspor dan memerangi penyelundupan.
Sebelum kebijakan pembatasan tersebut, negara-negara di kawasan Teluk menyumbang sekitar 45 persen dari ekspor pertanian Lebanon, dengan Arab Saudi tetap menjadi salah satu pasar terbesar bagi produsen Lebanon. (ant/dil/jpnn)
Keputusan ini dapat menandai awal kembalinya Lebanon ke ruang ekonomi Arab dan membuka peluang baru bagi produsen
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif
- Saudi Buka Pembayaran Layanan Haji 2027, Kemenhaj Ajukan Pencairan Rp 4 Triliun
- Israel Melanggar Kesepakatan, Hancurkan Rumah-Rumah di Lebanon
- Iran Desak AS Paksa Israel Setop Agresi & Operasi Militer di Lebanon
- Di Tengah Proses Perdamaian, Iran Rayakan Kehancuran 8 Fasilitas Militer Amerika
- Israel Serang Lebanon, Melanggar Gencatan Senjata Lagi
- Uji Coba Penarikan Pasukan Israel dari Lebanon Selatan Dimulai Hari Ini
JPNN.com




