Legislator PDIP Sebut 15 RS Tidak Beroperasi Pascabencana Sumatra
jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyebutkan sekitar 15 Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) seperti rumah sakit (RS) di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) tidak beroperasi setelah banjir dan longsor.
"Sudah lebih dari 15 RS yang tidak beroperasi di tiga provinsi yang terdampak banjir," kata Charles ditemui awak media di Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/12).
Legislator fraksi PDI Perjuangan itu mengaku prihatin melihat temuan berkurangnya RS yang aktif, ketika warga terdampak bencana memerlukan bantuan kesehatan.
"Kami juga sudah menerima laporan bahwa berbagai penyakit seperti diare, ISPA, hingga leptospirosis," ujar Charles.
Dia berharap Kemenkes mencari cara agar bisa memberikan layanan kesehatan bagi warga terdampak bencana, meskipun jumlah RS yang aktif berkurang di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
"Kemenkes untuk memonitor terus dan mencari apa yang dibutuhkan, sehingga pelayanan kesehatan tepat sasaran dan juga tetap bisa diberikan kepada yang membutuhkan," lanjut Charles.
Legislator Dapil III Jakarta itu juga berharap Kemenkes bisa menyetok obat bagi warga terdampak banjir dan longsor.
"Jangan sampai karena adanya bencana mereka akhirnya tidak mendapatkan pelayanan, sehingga kondisinya bisa memburuk," kata dia. (ast/jpnn)
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyebutkan warga terdampak bencana mulai banyak menderita ISPA hingga leptospirosis.
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Aristo Setiawan
- Amartha.org Salurkan Bantuan-Pulihkan Usaha Korban Bencana Sumatra
- Daftar 22 Perusahaan yang Dicabut Izin Usahanya oleh Menhut Raja Juli
- Pemuda Masjid Dunia-DMDI Salurkan Alat Berat untuk Pembersihan Daerah Bencana Sumatra
- Kemenkes Ajukan Anggaran Rp 500 Miliar untuk Perbaikan Faskes Pascabencana Sumatra
- Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatra-Aceh
- Sepanjang 2025, Human Initiative Jangkau 637 Ribu Penerima Manfaat di Ribuan Wilayah
JPNN.com




