Legislator PKS Minta Pemerintah Tak Anggap Karhutla di Kalbar Dinamika Musiman
jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Alifudin menyebut kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) masuk kategori serius, sehingga mendesak pemerintah segera menangani persoalan tersebut secara serius.
Legislator dari Daerah Pemilihan I Kalbar itu menuturkan eskalasi titik api (hotspot) di Bumi Khatulistiwa saat ini mencapai tahap krisis yang mengancam keselamatan jiwa, keberlanjutan lingkungan, dan roda perekonomian warga.
"Meminta pemerintah pusat maupun daerah tidak lagi memandang situasi ini sebagai dinamika musiman biasa," kata dia dalam keterangan persnya, Kamis (3/8).
Alifudin menyebutkan laporan dan data DPW PKS Kalbar menyatakan dampak karhutla kekinian memicu krisis kemanusiaan yang cukup memprihatinkan.
Dia mengatakan ribuan warga berpotensi terkena ISPA akibat pekatnya kabut asap yang mencemari udara.
"Tidak hanya itu, bencana ini juga memperparah kekeringan air bersih, sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar harian mereka di tengah situasi darurat," ujarnya.
Selain dampak pada manusia, Alifudin menyoroti kehancuran ekologis luar biasa akibat amukan api yang merambah kawasan hutan primer dan sekunder.
Dia menyebutkan data lapangan menunjukkan banyak flora endemik dan satwa liar yang mati terbakar karena kehilangan habitat alaminya.
Anggota Komisi VII DPR RI Alifudin mengatakan penyelidikan harus dilakukan oleh penegak hukum menyikapi karhutla di Kalbar.
- PKS Peringati Maulid Nabi, AMY: Keteladanan Rasulullah Harus Jadi Inspirasi Pemimpin
- Sigap Tangani Karhutla, TNI Tuai Apresiasi di Medsos
- Cegah Karhutla Berdampak Fatal ke Satwa, Kemenhut Percepat Upaya Penyelamatan
- 3 Petugas Pertanian Gugur di Papua, Pimpinan Komisi I Minta Tangkap Dalangnya
- Libatkan Generasi Muda, Sumalindo Hutani Jaya Sosialisasikan Pencegahan Karhutla
- Menhut Ungkap Perintah Prabowo soal Penanganan Karhutla, Ternyata...
JPNN.com




