Legislator PKS Minta Pemerintah Tak Anggap Karhutla di Kalbar Dinamika Musiman
"Kehancuran keanekaragaman hayati ini dinilai sebagai kerugian tak ternilai yang membutuhkan waktu sangat lama untuk pemulihan, sekaligus merusak keseimbangan ekosistem Kalimantan secara mendasar," demikian dia dalam keterangan persnya.
Melihat skala kerusakan yang terus meluas, Alifudin menuntut langkah taktis yang masif melalui pengerahan seluruh sumber daya negara ke titik-titik bencana terparah.
Dia mengatakan pemerintah pusat diharapkan segera memperkuat bantuan darurat dengan menambah armada helikopter pengebom air (water bombing) serta mengintensifkan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca secara berkelanjutan.
"Intervensi berskala besar ini sangat mendesak demi memadamkan pusat-pusat api yang sulit dijangkau melalui jalur darat," lanjut dia.
Legislator dengan latar belakang ekonom itu juga meminta penanganan pengungsi dan distribusi bantuan logistik dilakukan secara cepat dan merata.
Menurut Alifudin, penyediaan posko kesehatan darurat untuk mengobati warga yang terpapar ISPA, distribusi air bersih, pasokan pangan, serta perlengkapan sanitasi harus memprioritaskan kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan lansia.
"Negara wajib hadir memberikan perlindungan maksimal di setiap titik pengungsian," ujar dia.
Alifudin juga menekankan pentingnya penegakan hukum secara tuntas tanpa pandang bulu terhadap pihak-pihak yang memicu karhutla ini.
Anggota Komisi VII DPR RI Alifudin mengatakan penyelidikan harus dilakukan oleh penegak hukum menyikapi karhutla di Kalbar.
- Menhut Sampai Malam di TN Tanjung Puting, Terjun Langsung Pemadaman Karhutla
- Bantu Warga Terdampak Karhutla di OKI, Cak Imin Salurkan 12.000 Liter Air Bersih
- WALHI Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla
- Kritisi Cara Pemerintah Tangani Karhutla, WALHI: Masih Sangat Jauh dari Harapan
- Gegara Karhutla, 2 Penerbangan di Bandara Soetta Dibatalkan
- Akademisi Papua Mervin Komber Sebut Ribuan Titik Api Kepung Merauke Hingga Sorong
JPNN.com




