Lepas Ekspor Pupuk ke Australia Senilai Rp 7 T, Mentan Amran Bidik India hingga Brasil
jpnn.com, BONTANG - Indonesia mencatat tonggak baru transformasi industri pupuk nasional melalui ekspor pupuk urea ke Australia senilai sekitar Rp 7 triliun.
Capaian ini menjadi simbol penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok pupuk global sekaligus menandai perubahan dari negara yang sebelumnya menghadapi persoalan pasokan menjadi negara dengan surplus produksi pupuk nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri dan meninjau langsung pelepasan ekspor perdana produk urea PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui PT Pupuk Kalimantan Timur ke Australia di Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur, Kamis (14/5).

Pelepasan tersebut menjadi tonggak baru penguatan kerja sama sektor pupuk melalui skema government-to-government (G2G) antara Indonesia dan Australia.
Mentan Amran menjelaskan ekspor perdana yang dilepas hari ini mencapai 47.250 ton pupuk urea senilai sekitar Rp 600 miliar.
Ekspor tersebut merupakan tahap awal dari komitmen kerja sama sebesar 250 ribu ton dan akan terus ditingkatkan hingga mencapai 500 ribu ton dengan total nilai sekitar Rp 7 triliun.
“Rencana kita akan ekspor 250 ribu ton ke Australia dan kemudian ditingkatkan hingga 500 ribu ton,“ sebut Mentan Amran.
Mentan Amran menghadiri dan meninjau langsung pelepasan ekspor perdana produk urea ke Australia
- B50 Meluncur, Mentan Amran: Hilirisasi Sawit Perkuat Ketahanan Energi dan Kesejahteraan Petani
- Kementan Dorong Teknologi Biodiesel B100 Diadopsi Petani
- Seusai Kunjungan Kapolri, Kapolres Kampar Pastikan Distribusi Bantuan Pupuk Lancar Hingga ke Petani
- 5.597 Gerakan Pangan Murah Digelar Untuk Tekan Inflasi
- Rembuk Tani di Mamuju, Menko Zulhas: Sekarang Pupuk Lancar dan Mudah Mendapatkannya
- Kementan Terapkan Metode Pertanaman PM-AAS Demi Menuju Pertanian Modern
JPNN.com




