Lestari Moerdijat Sebut Daerah Harus Siap Hadapi PJJ yang Kian Meluas
jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengungkapkan meluasnya implementasi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah di 34 provinsi harus direspons dengan serius dari pemerintah daerah, baik teknis maupun non-teknis.
"Keberhasilan program PJJ ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur digital di daerah, kapasitas tenaga pendidik, serta akurasi data anak tidak sekolah (ATS) yang menjadi sasaran utama," kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/4).
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, memperluas implementasi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah di 34 provinsi tahun ini.
Perluasan implementasi itu dilakukan Kemendikdasmen setelah sukses melakukan uji coba PJJ jenjang pendidikan menengah untuk anak pekerja migran Indonesia di Malaysia pada 2025.
Perluasan itu menargetkan 3.500 anak tidak sekolah (ATS) untuk bisa kembali bersekolah sebagai bagian upaya mewujudkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan.
Lestari berpendapat, perluasan ke seluruh provinsi, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), memiliki kompleksitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan uji coba di luar negeri.
“Jangan sampai kesalahan yang sama berulang seperti saat pandemi COVID-19, di mana sejumlah kendala mengemuka, antara lain guru tidak siap menjalankan PJJ, orang tua terbebani dengan metode daring, dan akhirnya kualitas belajar murid menurun. Karena itu penting untuk dipersiapkan secara matang," tegas Lestari yang akrab disapa Rerie itu.
Rerie berpendapat bahwa kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat di daerah 3T membutuhkan dukungan infrastruktur telekomunikasi yang memadai.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengungkapkan meluasnya implementasi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) harus direspons dengan serius dari pemerintah daerah.
- Waka MPR Siap Kawal Percepatan Proyek Irigasi di Sulteng, Anggaran Capai Rp 325 Miliar
- Badan Pengkajian MPR Soroti Penguatan Kedaulatan Rakyat dalam Demokrasi Pancasila
- FGD di Padang, MPR Soroti Urgensi Amendemen UUD 1945 hingga Tata Kelola Dana Umat
- Budi Muliawan Ajak Generasi Z Menjadi Garda Terdepan Melawan Hoaks di Era Digital
- Gelar FGD di Bandung, Badan Pengkajian MPR Bahas Penguatan Kedaulatan Rakyat
- Waka MPR: Butuh Komitmen Kuat Semua Pihak Wujudkan Lingkungan Pendidikan Aman & Nyaman
JPNN.com




