Lewat BSI Program PINTAR SiMuda Investasiku, Inves Reksa Dana Mulai Rp10 Ribu
jpnn.com, JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) turut ambil bagian sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) bersama sejumlah perbankan lainnya.
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Anggoro Eko Cahyo menuturkan perseroan berperan dalam memperluas akses investasi melalui edukasi, pemasaran, serta penyediaan layanan transaksi reksa dana yang mudah dijangkau masyarakat.
Melalui program ini, sambung Anggoro, BSI menawarkan produk Reksa Dana Pasar Uang Syariah yang relatif rendah risiko, likuid, dan sesuai bagi investor pemula.
Dengan minimum investasi mulai dari Rp10.000 serta tanpa biaya pembelian dan pencairan, masyarakat terutama generasi muda didorong untuk mulai berinvestasi secara konsisten dan terencana.
Proses pendaftaran bisa dilakukan secara sederhana melalui booth yang tersedia maupun kanal digital, didukung oleh tenaga pemasaran berizin (WAPERD).
BSI menyediakan beragam pilihan produk reksa dana syariah dari sejumlah manajer investasi terkemuka, antara lain Mandiri Manajemen Investasi, Bahana TCW Investment Management, Manulife Aset Manajemen Indonesia, Sucorinvest Asset Management, Trimegah Asset Management, serta Batavia Prosperindo Aset Manajemen.
Untuk meningkatkan partisipasi, BSI juga menghadirkan program bundling pada peluncuran PINTAR Reksa Dana SiMuda, yang dikombinasikan dengan produk Tabungan E-Mas.
Melalui skema ini, nasabah berkesempatan memperoleh reward saldo Tabungan E-Mas untuk pembelian produk reksa dana Rp500 ribu dan Tabungan E-mas Rp500 ribu sesuai dengan Syarat dan Ketentuan yang berlaku.
Melalui program ini, BSI menawarkan produk Reksa Dana Pasar Uang Syariah yang relatif rendah risiko, likuid, dan sesuai bagi investor pemula.
- Menko Airlangga Bicara Pembangunan Kembali Arsitektur Ekonomi Internasional di BESF
- Sandiaga Uno Dorong Penguatan Ekonomi Hijau lewat Investasi di MUTU
- IHSG Menguat di Jumat Pagi, tetapi Berpotensi Volatil
- BSI Maslahat Dukung Pembangunan Ekonomi Inklusif & Keberlanjutan Melalui CSR
- Kemendag Ungkap Minat Investor Terhadap Emas Turun, Harga Bakal Anjlok?
- Rupiah Ambrol, USD Tembus Rp 17.881, Ada Apa?
JPNN.com




