Lewat Transisi Energi, Pertamina Ubah Desa Rentan Jadi Tangguh dan Mandiri
jpnn.com, JAKARTA - Dinamika harga minyak dunia dan ancaman perubahan iklim yang semakin nyata, harapan justru tumbuh dari desa-desa di berbagai penjuru Indonesia.
Desa yang sebelumnya tergolong kesusahan, kini mulai menggeliat berkat hadirnya energi terbarukan dan penerapan teknologi tepat guna.
Bahkan di wilayah-wilayah yang sempat terdampak bencana akibat perubahan iklim, masyarakat kini lebih resilien untuk kembali bangkit.
Seperti yang terjadi di Desa Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Aceh.
Program Desa Energi Berdikari Pertamina (DEB) membawa energi terbarukan berupa pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 4,4 Kilowatt-peak (kWp) dengan baterai 10 kilowatt per jam (kWh) yang dimanfaatkan untuk aerator dan mesin pakan.
Alhasil, energi ramah lingkungan ini bisa meningkatkan produktivitas tambak sampai 40 persen, dan menambah pendapatan warga hingga Rp6 - 8 juta per bulan.
“Paskabanjir, kami sempat kehilangan segalanya. Berkat dukungan Program DEB Pertamina, kami bisa bangkit kembali, memulai usaha, dan menjalani kehidupan dengan lebih mandiri,” ungkap Muhrizal, Local Hero di Program Gampong Berdikari budi daya udang vaname di Desa Padang Sakti.
DEB memberi nilai ekonomi sampai Rp5,5 miliar per tahun dan mampu mengurangi emisi hingga 1,09 juta ton Co2eq per tahun.
Pertamina dinilai berhasil menghadirkan solusi inovatif melalui energi baru dan terbarukan, membawa masyarakat pada ketahanan ekonomi.
- Struk Pembelian Pertalite Viral, Begini Penjelasan Pertamina Patra Niaga
- Bright Store by Pertamina di PRJ Hadirkan Puluhan Produk UMKM Unggulan
- PHE Produksi Migas 1 Juta BOEPD di 2025 Berkat Temuan Sumber Daya & Tambahan Cadangan
- Gelar RUPST, Pertamina Trans Kontinental Bukukan Kenaikan Laba Bersih 23 Persen
- Harga Minyak Dunia Turun, Legislator PDIP: Pemerintah Harus Evaluasi Tarif BBM
- Dorong Ekonomi Kerakyatan, Pertamina Cetak UMKM Penggerak
JPNN.com




