Lift Kaca di Tebing Pantai Kelingking Bali Ilegal, Aparat Mesti Bertindak
jpnn.com - Panitia Khusus Tata Ruang Aset dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali meminta aparat penegak hukum dalam hal ini Kejari Klungkung bertindak memburu oknum di balik proyek lift kaca di tebing Pantai Kelingking, Nusa Penida.
Demikian disampaikan Ketua Pansus TRAP DPRD Bali I Made Supartha, merespons persepsi yang salah dari masyarakat perihal pemberian izin pembangunan lift oleh pemerintah.
Dia menyampaikan pernyataan senada dengan Gubernur Bali bahwa bangunan lift kaca memang ilegal, karena investor hanya mengantongi izin membangun loket tiket di atas tebing.
Dengan demikian, patut dicurigai siapa oknum yang bermain dan menjamin izin tersebut.
"Dengan kondisi ini kami mendesak penegak hukum agar mengusut tuntas, siapa yang menikmati permainan ini, bahkan kami harap investor berani terbuka, siapa yang ikut bermain sampai berani membangun lift kaca secara bodong," kata Supartha, Kamis (27/11/2025).
"Yang dicarikan izin hanya bangunan di atas tebing berupa loket tiket saja, sisanya terindikasi bodong, itu fakta yang kami dapat," sambung Supartha.
Politisi senior di DPRD Bali itu menyayangkan persepsi keliru dari masyarakat yang mengira Pemprov Bali bagian dari kasus ini, padahal Gubernur Bali Wayan Koster dan Pansus TRAP yang mendorong penghentian dan pembongkaran.
Untuk itu dia mengajak masyarakat bersama-sama mendorong Kejari Klungkung mengungkap kasus lift kaca bodong.
Pansus TRAP DPRD Bali meminta aparat Kejari Klungkung memburu oknum di balik lift kaca di Pantai Kelingking Nusa Penida yang disebut ilegal. Ada pidana juga.
- Motif Penembakan WNA Maroko di Canggu Terungkap, Oalah
- Sahroni Minta Oknum Polisi di Blitar yang Terlibat Narkoba Dipecat dan Dipidana
- Polisi Ungkap Hasil Autopsi Jasad Wanita yang Dibunuh WN Singapura di Bali
- Kematian Warga Australia di Bali Meninggalkan Jejak Utang dan Kebingungan
- Jordi Amat Ungkap Hasil TC Bali, Persiapan Timnas Menuju Piala AFF Kian Matang
- WN Australia Meninggal di Tahanan Imigrasi Bali, Keluarga Mempertanyakannya
JPNN.com




