Lonjakan Truk Logistik Padati Pelabuhan Ketapang, Kolaborasi ASDP & Stakeholder Jadi Kunci

Lonjakan Truk Logistik Padati Pelabuhan Ketapang, Kolaborasi ASDP & Stakeholder Jadi Kunci
Truk logistik memadati Pelabuhan Ketapang. Foto: Dokumentasi ASDP

“Pasca berakhirnya pembatasan kendaraan logistik, terjadi peningkatan signifikan truk yang masuk ke Pelabuhan Ketapang. Kondisi ini berdampak pada antrean kendaraan, namun tetap dalam kendali melalui penguatan manajemen operasional di lapangan,” ujar Yossianis.

Untuk merespons kondisi tersebut, ASDP berkolaborasi dengan regulator dan operator kapal melakukan penyesuaian layanan secara adaptif melalui optimalisasi pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), penambahan trip dan armada kapal, serta pengendalian ritme kendaraan melalui buffer zone.

“Kami mengoptimalkan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), menambah trip dan armada kapal, serta mengatur ritme kendaraan melalui buffer zone agar arus logistik tetap terlayani dengan baik tanpa mengganggu kelancaran perjalanan pengguna jasa lainnya,” tambahnya.

Tercatat, ASDP mengoperasikan 36 kapal dengan dukungan penerapan pola TBB pada 10 kapal di Dermaga 4 guna mempercepat proses bongkar muat.

Selain itu, enam kapal perbantuan turut memperkuat layanan, yakni Portlink VII, Liputan XII, Dharma Kencana IX, Dharma Rucitra, Karya Maritim II, dan Perkasa Prima V.

Lonjakan Truk Logistik Padati Pelabuhan Ketapang, Kolaborasi ASDP & Stakeholder Jadi Kunci

Optimalisasi Buffer zone

Pengaturan arus kendaraan juga dilakukan melalui optimalisasi buffer zone sebagai area penyangga sebelum kendaraan masuk ke pelabuhan, khususnya pada kendaraan truk logistik yang ditampung di Dermaga Bulusan.

Pola TBB dan pengoperasian kapal perbantuan mendukung kelancaran layanan penyeberangan di Pelabuhan Ketapang

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News