Luhut Dapat Tugas Baru, Ferdinand: yang Tidak Suka Hanya Segelintir Orang

Luhut Dapat Tugas Baru, Ferdinand: yang Tidak Suka Hanya Segelintir Orang
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan ditugaskan Presiden Jokowi sebagai ketua tim Gernas BBI. Ilustrasi Foto: Kemenko Marves

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo memberikan tugas baru kepada Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marimves) Luhut Binsar Panjaitan sebagai ketua tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

Tugas itu diberikan oleh Presiden Jokowi melalui Surat Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 15 Tahun 2021 tentang Tim Gernas BBI yang diteken pada 8 September 2021 lalu.

Adanya tugas baru itu membuat nama Luhut masuk trending topic Twitter Indonesia.

Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat Ferdinand Hutahaean memahami bila ada segelintir orang yang tidak senang atas keputusan Presiden Jokowi menunjuk Luhut sebagai ketua tim Gernas BBI.

"Banyak juga yang mendukung. Yang tidak suka itu hanya sekelompok kecil masyarakat. Tidak suka secara personal kepada Pak Luhut, bukan karena kinerja Pak Luhut buruk," ucap Ferdinand kepada JPNN.com, Senin (20/9).

Mantan ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) itu meyakini kepala negara punya pertimbangan dalam menunjuk Luhut memimpin program Gernas BBI.

Menurut Ferdinand, Luhut merupakan seorang pekerja keras dan memiliki kepemimpinan yang baik seperti ketika memimpin penanggulangan Covid-19 di Jawa-Bali.

"Itu sukses menurunkan kasus positif dan mengendalikan situasi. Ini tentu akan jadi salah satu pertimbangan presiden untuk menunjuk Luhut memimpin program ini," ucap eks politikus Demokrat itu.

Ferdinand Hutahaean menyebut yang tidak suka terhadap Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan hanya segelintir orang.