Luhut Minta BYD Bangun Ekosistem Industri di Indonesia
jpnn.com - SUBANG - Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia tak pantas hanya menjadi pasar bagi produk asing.
Dia pun menyebut kehadiran pabrik seperti BYD di Indonesia, harus diikuti dengan tumbuhnya industri pendukung di sekitar fasilitas produksi.
"Yang saya suka dari BYD, mereka juga membuka peluang membangun industri-industri pendukung, local content di sekitar ini," ujar Luhut dalam acara Grand Inauguration of BYD Indonesia Factory, di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Kamis (3/9).
Dia mengatakan bahwa pemerintah sejak awal mendorong BYD untuk memberikan manfaat lebih luas bagi industri nasional.
“Salah satunya, dengan melalui peluang kerja sama dengan perusahaan dalam negeri,” tuturnya.
Selain itu, Luhut juga menyoroti peluang pengembangan daur ulang baterai kendaraan listrik.
“Teknologi recycling penting agar material seperti nikel yang digunakan dalam baterai dapat kembali dimanfaatkan. Dengan seperti ini saya kira akan membawa Indonesia ke depan lebih baik, dan saya juga tadi bicara sama BYD di sini untuk melihat peluang daur ulang baterai," kata Luhut.
"Tidak hanya jadi market dari BYD seperti bertahun-tahun, berdekade-dekade. Jangan mau lagi. Indonesia harus jadi bagian daripada ekosistem itu," imbuhnya.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan meminta BYD membangun ekosistem industri dan tidak sekedar jual mobil
- Resmi Meluncur, Suzuki e-Sky Tawarkan Jarak Tempuh 310 Km, Harga Rp200 Jutaan
- Nora EV Metro: Tampang Alphard Harga Kaki Lima
- Motul Merilis IPONE Shogun 2R di Malang Adventure Trail 2026
- Triumph Siapkan Model Anyar Bonneville T40 hingga Street Triple 798
- Renault Kucurkan Investasi Rp200 Triliun untuk Garap EV dan Mobil Murah
- Upaya Chery Melahirkan Teknisi Andal di Indonesia
JPNN.com




