Lumbung Komisi
jpnn.com - "Nisa masuk rumah sakit," ujar wanita muda itu saat mencegat saya di pintu keluar.
"Sakit apa?"
"Kan, hati Nisa tinggal separuh,” jawabnyi.
Saat itu saya sedang di SMAK Kolese Santo Yusuf, Malang. Banyak juga wanita berjilbab hadir di SMA Katolik itu pada akhir bulan puasa lalu.
Di perjalanan saya buru-buru menelepon suami Nisa: Rochmat Sholekhudin. Sebenarnya saya tidak terpengaruh oleh keterangan wanita muda tadi. Sakit Nisa pasti tidak ada hubungan dengan hatinyi yang tinggal separuh –yang setengahnya sudah diberikan kepada sang suami: untuk transplantasi hati di Beijing enam bulan lalu.
Benar saja: Nisa masuk rumah sakit karena kekurangan cairan di tubuhnyi. Ia sudah dua hari muntaber. Salah makan. Saat saya telepon sang suami, Nisa sudah keluar rumah sakit. Sudah sehat.
Kisah itu saya ceritakan kepada tamu-tamu saya kemarin: 21 orang. Ada Pak Achmad Mukri, mertua Nisa beserta istrinya. Ada anak-anak Nisa.
Untung soto banjarnya masih banyak. Pun untuk rombongan 15 orang pesepeda yang mampir ke soto banjar itu.
Nama Mukri kian harum. Koperasi kian besar, tetapi kekerasan dan kekejaman di bidang keuangan tidak pernah kendor.
- Sel Janin
- Versi Idrus, Tuntutan Mahasiswa dan Ucapan Prabowo Punya Titik Temu
- Dahlan Iskan Soroti Langkah Berani Bupati Siak Afni Tagih Utang ke Presiden
- Ada Hoaks Sasar MBG Lagi, Nanik Pastikan Tak Ada Aliran Duit dari BGN ke Presiden
- Bagi Hasil
- Prabowo Baca Surat Siswa SMK Negeri 1 Sorong, Isinya Begini
JPNN.com




