Luncurkan Mandatori B50, Menteri ESDM Tegaskan Kesiapan RI Perkuat Kedaulatan Energi
Selain itu, program B50 diperkirakan mampu menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja.
Untuk mendukung implementasinya, kebutuhan biodiesel diproyeksikan mencapai 16,7–18 juta kiloliter (kL), dengan kebutuhan CPO sekitar 15,2–16,3 juta ton.
Dari sisi lingkungan, penggunaan B50 diperkirakan mampu menurunkan emisi karbon dioksida (CO?) hingga 44,46 juta ton, lebih tinggi dibandingkan penurunan emisi pada implementasi B40 yang mencapai 39,66 juta ton.
Bahlil juga memastikan kesiapan implementasi B50 dari aspek teknis.
Kementerian ESDM telah melakukan berbagai pengujian pada kendaraan bermotor, alat berat pertambangan, alat dan mesin pertanian, kereta api, angkutan laut, hingga pembangkit listrik.
Hasil pengujian menunjukkan B50 tidak hanya memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan pemerintah, tetapi juga telah memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh para pabrikan kendaraan.
Dengan demikian, penggunaan B50 dinyatakan layak diterapkan pada berbagai sektor transportasi dan industri yang telah melalui proses pengujian.
Kesiapan tersebut juga diperkuat melalui uji implementasi di berbagai sektor strategis nasional, antara lain di Kutai Timur, Semarang, Stasiun Lempuyangan Yogyakarta, Kapal Geomarin ESDM di Cirebon, serta Instalasi Surabaya PT Pertamina Patra Niaga.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan kesiapan RI memperkuat kedaulatan energi dengan meluncurkan program Mandatori B50
- Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026
- Sejumlah Menteri Akan Hadiri Malam Penganugerahan InTechSEA Awards 2026
- Bahlil Jadi Cawapres Prabowo di 2029? Begini Analisis Efriza
- Pertamina UMK Academy 2026 Resmi Dimulai, Lebih dari 1.500 Pelaku Usaha Terpilih
- Pertamina Hulu Energi Rampungkan Survei Seismik Offshore 6.000 Km di Samudra Hindia
- PR INDONESIA Belajar Langsung Praktik Komunikasi Internal yang Diterapkan Pertamina
JPNN.com




