Luncurkan Mandatori B50, Menteri ESDM Tegaskan Kesiapan RI Perkuat Kedaulatan Energi

Luncurkan Mandatori B50, Menteri ESDM Tegaskan Kesiapan RI Perkuat Kedaulatan Energi
Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, CEO Danantara Rosan Roeslani dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri melakukan penekanan secara simbolis saat acara launching Peluncuran B50 'Langkah Nyata Untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional' yang diselenggarakan di SPBU Rest Area 57, Karawang, Jawa Barat pada Kamis (9/7). Foto: Dokumentasi Humas Pertamina

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kekayaan alam Indonesia harus dikelola di dalam negeri agar memberikan nilai tambah bagi bangsa.

"Kekayaan alam Indonesia tidak boleh lagi mengalir keluar tanpa memberikan nilai tambah bagi bangsa sendiri. Kita harus berani mengolahnya, menguasai teknologinya, membangun industrinya, dan menjadikannya sumber kedaulatan energi," tegas Presiden.

Program biodiesel nasional telah dikembangkan secara bertahap selama hampir dua dekade sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

Implementasinya dimulai dari B2,5 pada 2008, kemudian meningkat menjadi B10 pada 2013, B15 pada 2015, B20 pada 2018, B30 pada 2020, B35 pada 2023, B40 pada 2025 hingga mencapai B50.

Setiap tahapan implementasi didukung oleh penguatan regulasi, peningkatan kapasitas industri, penyempurnaan standar mutu, pembangunan infrastruktur distribusi, serta pengembangan sumber daya manusia guna memastikan pelaksanaannya berjalan optimal.

Pemerintah memandang implementasi Mandatori B50 sebagai langkah strategis untuk semakin memperkuat fondasi ketahanan energi nasional sekaligus memperluas manfaat ekonomi.

Selain mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya domestik, program ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas nasional, memperkuat daya saing industri dalam negeri, mendukung kesejahteraan petani kelapa sawit, menciptakan lapangan kerja, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak. (mrk/jpnn)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan kesiapan RI memperkuat kedaulatan energi dengan meluncurkan program Mandatori B50


Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News