Main Kayu
Oleh: Dahlan Iskan
jpnn.com - Adakah curah hujan di Sumatra bagian utara/Aceh bagian selatan akhir November lalu yang tertinggi dalam sejarah? Juga yang terlama? --tujuh hari tujuh malam hampir terus-menerus?
Saya kesulitan mencari data soal itu. Lebih mudah mencari data berapa persen kenaikan orang yang berpoligami di Amerika Serikat.
Akan tetapi Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq sudah memutuskan: akan menjadikan curah hujan terakhir itu sebagai base line untuk menentukan kebijakan ke depan.
Begitulah keterangannya kepada media saat menyikapi banjir bandang di tiga provinsi di Sumatra itu.
Artinya, ke depan, kebijakan yang akan dilakukan, dengan curah hujan yang sama tidak akan terjadi bencana.
Secara tidak langsung Menteri Hanif mengatakan bahwa hujan terakhir itulah yang terparah dalam sejarah di sana.
Jepang juga mengalami hal yang sama: saat bencana nuklir Fukushima. Anda masih ingat tanggal itu: 11 Maret 2011.
Perlu genset darurat untuk menjaga agar reaktor nuklir tidak panas. Yakni di saat listrik padam akibat apa pun --termasuk akibat terkena tsunami.
Lebih sulit lagi hilangnya 3.000 hektare hutan yang menjadi perkebunan rakyat. Dan yang jadi tambang: 130.000 hektare. Belum lagi yang jadi hutan konsesi.
- Point 100
- Dari London, Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Penertiban Kawasan Hutan
- Serikat Petani Kelapa Sawit Desak MA Batalkan PP Nomor 45/2024
- Periode 2005-2025: 2,9 Juta Hektare Hutan Beralih Fungsi Secara Parsial
- Ditagih Janji Soal Izin Tambang Rakyat di Kuansing, Plt Gubernur Riau Tegaskan Ini
- Cegah Praktik PETI, Pemerintah Siapkan Regulasi Tambang Rakyat
JPNN.com




