Makelar Calon Menteri Minta 'Uang Pulsa'

Makelar Calon Menteri Minta 'Uang Pulsa'
Makelar Calon Menteri Minta 'Uang Pulsa'
JAKARTA -- Banyak sekali tokoh yang berminat untuk ditunjuk sebagai menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid kedua. Tingginya animo itu dimanfaatkan para calo untuk menangguk keuntungan. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Achmad Mubarok menyebut mereka ini sebagai tim gelap. Mereka berperasi dengan cara meyakinkan sejumlah tokoh bahwa dia itu layak menjadi menteri. Lantas, para tokoh itu dimintai curiculum vitae (CV), yang dijanjikan bisa sampai ke tangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ujung-ujungnya, para tokoh itu dimintai sejumlah uang. Barangkali lantaran jumlahnya tidak banyak, Mubarok menyebutnya sebagai 'ung pulsa'. Mubarok sendiri mengaku menerima CV dari para calo itu, yang minta agar diteruskan ke SBY.

"Sebenarnya para tokoh itu tidak berminat. Tapi lantaran didesak-desak terus oleh tim gelap itu, dengan mengatakan yang bersangkutan pantas jadi menteri. Begitu dimintai CV, terus dimintai uang pulsa," ungkap Achmad Mubarok dalam diskusi di Warung Daun Pakubuwono, Jakarta, kemarin (17/10).

Politisi Demokrat yang terkenal ceplas-ceplos saat berbicara itu mengaku, hingga kemarin dirinya sudah menerima 10 CV dari tim gelap. Namun, tak satu pun yang diteruskan ke SBY. "Semua masuk ke laci meja saya," ujarnya enteng. Biasanya, begitu CV sampai di tangannya, disusul lobi lewat telepon. Ada yang mengantar CV seorang tokoh bergelar doktor, yang kata tim gelap itu, sangat cocok menjadi menteri ini, menteri itu. Bahkan, ada juga yang minta bertemu di hotel.

JAKARTA -- Banyak sekali tokoh yang berminat untuk ditunjuk sebagai menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid kedua. Tingginya animo itu dimanfaatkan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News