Makna Natal Bagi Umat Kristiani Indonesia di Australia di Tengah Kemeriahan dan Komersialisasi
Menjelang Natal, kota Melbourne tampak lebih sibuk dari biasanya. Warga lokal dan turis terlihat memenuhi jalanan pusat kota Melbourne.
Antrean panjang terlihat di kawasan Bourke Street untuk melihat cerita Natal yang dipajang di pusat perbelanjaan Myer, sebuah tradisi Natal yang sudah dilakukan sejak tahun 1956.
Toko-toko juga dipenuhi pengunjung yang sibuk memilih barang-barang untuk kado Natal.
Sementara pohon Natal, lengkap dengan dekorasi lampu-lampu cantik bisa ditemukan di hampir seluruh penjuru kota.
Jumlah warga Australia yang mengidentifikasi dirinya sebagai Kristen tidak mencapai setengah dari seluruh populasi, yakni 43.9 persen, menurut data statistik di tahun 2021.
Natal menjadi salah satu hari yang dirayakan secara besar-besaran oleh warga Australia, terlepas dari agama dan budaya mereka.
Perayaannya yang sekarang lebih bersifat komersialisasi membuat makna Natal di Australia sudah bergeser, menurut sejumlah umat Kristiani.
Rudy Nurtanaya, pastor ibadah bagi kaum muda bernama NEXTGEN di gereja Bethany International Church (BIC) Melbourne menilai perayaan Natal di Australia menarik.
Sejumlah umat Kristiani merasa makna Natal di Australia sudah bergeser, karena perayaannya menjadi lebih bersifat komersil
- Dunia Hari Ini: Nasionalis Israel Berarak-arakan Peringati Aneksasi Yerusalem Timur
- Dunia Hari Ini: Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara
- Reaksi Pemilik dan Penyewa Rumah Asal Indonesia Soal Anggaran Australia
- Ini yang Perlu Anda Ketahui tentang Pengumuman Anggaran Australia
- Dunia Hari Ini: Jasad Pendaki Ditemukan saat Gunung Dukono Kembali Erupsi, Jalur Ditutup
- Kopi Ala Melbourne Marak di Indonesia, Ini Kata Pencipta Tiger Bomb dan Mont Blanc
JPNN.com




