Malaysia Perketat Aturan Impor EV, Pabrikan Mobil China Terancam Kehilangan Pasar
Minggu, 05 Juli 2026 – 08:51 WIB
Ilustrasi, Kementerian Investasi, Perdagangan, dan Industrik Malaysia mulai meneraptkan peraturan baru terkait impor mobil EV secara CBU. Foto: ridho
Sementara itu, Xpeng mengumumkan produksi model G6 versi setir kanan melalui kerja sama dengan produsen lokal EPMB.
Karena memanfaatkan infrastruktur manufaktur yang telah tersedia, bukan membangun proyek baru, keduanya tidak dikenai kewajiban mengekspor 80 persen dari total produksi kendaraan.
Pemerintah Malaysia menyatakan bahwa penerapan kebijakan baru ditujukan untuk mendorong investasi berkualitas tinggi, alih teknologi, serta pengembangan rantai pasok lokal yang kuat dengan meniru model industri yang telah dibangun oleh produsen otomotif nasional Proton dan Perodua. (Antara/jpnn)
Kementerian Investasi, Perdagangan, dan Industrik Malaysia mulai meneraptkan peraturan baru terkait impor mobil EV secara CBU.
Redaktur & Reporter : Dedi Sofian
BERITA TERKAIT
- Penjualan Anjlok, Volvo Setop Produksi SUV Listrik Ini
- APJATI Perkuat Kemitraan Ketenagakerjaan Indonesia–Malaysia Lewat EBM 2026
- Nissan Hidupkan Kembali Model Ini, Tetapi Jadi Mobil Listrik
- Mobil Listrik Ioniq 6 Terbakar di Jakarta, Hyundai Buka Suara, Simak
- Janji Menteri Imipas Terpenuhi, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia
- Sahroni: Tutup Peredaran Narkoba Lewat Laut, Darat, dan Udara
JPNN.com




