Manfaatkan Pelemahan Rupiah, APPBI Incar Peluang Turis Malaysia Serbu Mal Indonesia
jpnn.com, JAKARTA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) melihat pelemahan nilai tukar rupiah sebagai peluang mendongkrak kunjungan wisatawan asing.
Harga barang di Indonesia yang menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang asing, diharapkan bisa memicu lonjakan transaksi ritel.
Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja mencontohkan tren wisatawan asal Malaysia yang gemar menyerbu pasar grosir dan mal di Indonesia.
"Landing di Jakarta kemudian lanjut naik bus ke Bandung berbelanja begitu, atau ke Tanah Abang dan sebagainya," kata Alphonzus di Kemayoran, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Wisatawan negeri jiran tersebut biasanya mendarat di Jakarta untuk kemudian melanjutkan perjalanan belanja ke Bandung.
Untuk memaksimalkan potensi ini, APPBI mendesak pemerintah agar mempermudah mekanisme pengembalian pajak atau VAT refund.
Kemudahan administratif tersebut diyakini akan membuat biaya belanja bagi turis asing menjadi jauh lebih kompetitif dibandingkan negara lain.
"Itu yang harus didorong juga, supaya belanja di Indonesia menjadi lebih murah begitu," ujarnya.
APPBI melihat pelemahan nilai tukar rupiah sebagai peluang mendongkrak kunjungan wisatawan asing.
- Sore Ini Rupiah Melemah, Terdampak Gejolak Geopolitik Global
- Hadir dengan Identitas Baru, Gajah Mada Plaza Capai Okupansi 90 Persen
- Melemah di Pembukaan, Rupiah Diperkirakan Konsolidatif Sepanjang Rabu
- Kebiasaan Belanja Orang Kaya Dipengaruhi Sentimen Ekonomi Global, Beda dengan Kelas Bawah
- Indonesia Dinilai Belum Punya Kawasan Wisata yang Terintegrasi dengan Hub Komersial
- APPBI Ungkap 65% Pengunjung Mal dari Kelas Menengah Bawah, Jadi Penopang Utama Ritel
JPNN.com




