Manulife Investment Management Rilis Outlook Pasar dan Investasi Asia
Siklus ekonomi di Asia juga berbeda dengan negara-negara maju, dan perbedaan inilah yang terus membuka peluang investasi baru bagi para investor.
Menjelang paruh pertama 2026, Manulife Investment Management memperkirakan bahwa Asia akan tetap menjadi destinasi utama bagi investor yang mencari pertumbuhan, pendapatan, dan diversifikasi di tengah perubahan kondisi global.
Meskipun volatilitas dan ketidakpastian masih mungkin terjadi, meningkatnya kejelasan kondisi makroekonomi dan tren kebijakan yang lebih mendukung menciptakan lingkungan yang lebih stabil bagi investor jangka panjang.
“Kisah investasi Asia pada 2026 tidak bergantung pada satu pasar atau satu tema saja. Menurutnya, kekuatan Asia terletak pada ketahanan, diversifikasi, dan kemampuan untuk beradaptasi di tengah dunia yang terus berubah," imbuh Shao.(chi/jpnn)
Manulife Investment Management menilai bahwa kondisi saat ini lebih mendukung untuk mengambil risiko secara selektif di pasar saham, obligasi, dan portofolio.
Redaktur & Reporter : Yessy Artada
- Satukan Saham AS dan Kripto, OKX Kenalkan Sistem 'Satu Order Book' untuk Saham Token
- Rupiah Gas Pol, IHSG Menghijau, Semua Terdampak The Fed
- IHSG BEI Datar, Coba Bandingkan dengan Bursa Saham Lainnya
- Relaksasi Kuota Produksi Nikel Jadi Angin Segar bagi Saham Tambang Nasional
- IHSG Senin 6 Juli Menguat Seiring Optimisme terhadap Sikap Dovish The Fed
- Rupiah Diprediksi Bisa Perkasa di Hadapan USD, Asalkan…
JPNN.com




